Saturday, 13 November 2021

Perjalanan KKL di Kota Apel Oleh : Elisatun Munawaroh

 


Perjalanan KKL mahasiswa BSA di Jawa Timur. Seperti halnya dengan prodi lain, prodi kami baru saja melaksanakan kuliah kerja lapangan atau yang sering disebut dengaan (KKL). Program ini merupakan program tahunan, yang mana dilakukan setiap mahasiswa program studi Bahasa dan Sastra Arab memasuki semester 4 atau semester 5. Pada kegiatan KKL tahun ini, prodi Bahasa dan Sastra Arab mengunjungi 4 destinasi untuk praktek kuliah kerja lapangan yang berada di Jawa Timur, diantaranya : markaz araby di pare Kediri, KBIH al-ikhlas, radar batu Malang, dan yang terakhir adalah penerbit lisan arabi.

 Pada destinasi yang pertama, yaitu : markaz araby di pare, Kediri . Rombongan kami tiba disana sekitar jam 10.00 pagi. Sesampainya disana, kami disambut dengan antusias oleh panitia dari markaz araby , sebelum masuk kami melakukan pengecekan suhu tubuh, dilanjutkan dengan dengan pemberian snack makanan ringan, lalu kami dipersilahkan duduk tetapi tetap mematuhi protokal kesehatan dengan tetap menjaga jarak. Saat pembekalan KKL sudah dimulai, kami para mahasiswa antusias untuk mendengarkan materi yang disampaikan oleh pemateri, dari apa yang disampaikan oleh pemateri, kami banyak sekali mendapatkan pengetahuan tentang bahasa Arab. Ada satu program yang menarik perhatian saya, yaitu program "mihnah", program kursus ini dibuat untuk mereka yang berkeinginan kuliah diluar negeri terutama di kwasan asia tengah ,seperti : Turki, Kairo dan Arab tentunya. Suatu saat saya berkeinginan ingin mengikuti program tersebut, agar bisa melanjutkan kuliah diluar negeri, khususnya dikawasan asia tengah. 

 Destinasi berikutnya setelah markaz araby yaitu KBIH al-ikhlas, saat pertama masuk kami disambut oleh bangunan yang begitu indah dan bisa dibilang mewah. Bangunanya masih dalam proses pembangunan, tapi sudah banyak juga bangunan yang sudah jadi. Pada saat pemateri menyampaikan materinya , kami diberikan pengetahuan tentang apa itu KBIH, dan apa perbedaanya dengan agen travel haji dan umroh . Kami selesai melaksanakan kunjungan di KBIH pada sore hari, kemudian melanjutkan perjalanan menuju hotel wonderland untuk melaksanakan makan malam sekaligus untuk beristirahat. 

 Pagi harinya, kami melanjutkan kunjungan ke destinasi berikutnya yaitu Radar Batu Malang, ini merupakan tempat percetakan koran di Malang. Sebelum memasuki ruang kami diberikan sebuah koran, untuk dibahas nanti pada saat penyampaian materi. Kami memperoleh banyak pengetahuan tentang jurnalistik disini, tidak hanya itu, kami juga sangat bangga karena salah satu pembicara-nya adalah lulusan Bahasa dan Sastra Arab juga. Itu menjadi motivasi bagi kami, sebagai mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Arab juga bisa terjun menjadi seorang jurnalistik seperti beliau.

 Perjalanan berikutnya dilanjutkan kunjungan ke penerbit lisan arabi. Disana kami disambut dengan penampilan dari grup musik dari lisan arabi yang suaraya sangat indah. Pemateri yang sekaligus menjadi salah satu pendiri lisan arabi memaparkaan tentang bagaimana asal usul lisan arabi terbentuk. Lisan arabi terbentuk pada 2013. Lisan arabi merupakan sebuah penerbitan buku yang lebih khusus menerbitkan buku tentang bahasa arab. Banyak sekali buku yang sudah diterbitkan lisan arabi untuk mempermudah kita dalam belajar bahasa Arab, contohnya: buku tentang traveling dalam bahasa Arab, buku cara mudah belajar menukis bahasa Arab, buku mudah berbicara bahasa Arab, dan masih banyak buku tentang bahasa Arab yang lainnya. Satu hal penting yang saya ambil dari materi yang disampaikan oleh pemateri adalah : " tujuan kita mencari ilmu adalah untuk dibagikan kepada orang lain". Itu menjadi pengingat bagi saya, bahwa apabila kita mempunyai sedikit ilmu sekalipun, akan lebih berkah jika kita bagikan kepada orang lain.

 Setelah semua kunjungan KKL selesai, kami bersiap menuju hotel dan paginya pergi menuju Gunung Bromo. Kami sampai di puncak Gunung Bromo sekitar jam 04.00 pagi dengan mengendarai sebuah jeep. Setelah menunggu beberapa menit, matahari akhirnya muncul atau yang sering disebut dengan sunrise, sungguh indah sekali bisa melihat sunrise dipuncak Gunung Bromo, ini akan menjadi pengalaman yang tidak akan bisa terlupakan. Setelah selesai menikmati indahnya pemandangan Gunung Bromo, tak lupa kami juga mengabadikan momen tersebut melalui foto atau video sebagai kenang-kenangan. Setelah selesai menikmati keindahan Gunung Bromo dan berfoto kami pun melanjutkan perjalan pulang menuju Salatiga. Kami membawa banyak sekali kenangan indah dari kegiatan KKL tahun ini. Sekian, perjalanan KKL di kota Apel

48 Jam Berkesan Di Timur Pulau Jawa Yulita Nadaa Husniyya

 Senin, 4 Oktober 2021 telah dilaksanakan kegiatan Kuliah Kerja lapangan (KKL) yang bertempat di Jawa Timur. Di IAIN Salatiga, program ini termasuk dalam rumpun Mata Kuliah Keahlian (MKK). Kegiatan KKL program studi Bahasa dan Sastra Arab tahun ini, mengunjungi empat destinasi seperti Markaz Arabiyah Pare, KBIH Al-Ikhlas Batu, RADAR Batu, dan Penerbit Lisan Arabi. Setiap tempat yang kami kunjungi memberikan kesan dan pesan, serta ilmu baru yang belum pernah kami dapatkan. Dari awal kami sampai di Markaz Arabiyah Pare, kami disambut oleh orang-orang hebat yang senantiasa istiqomah dalam menjalankan perjuangannya di bidang pendidikan bahasa arab, walaupun awalnya banyak rintangan yang harus dihadapi namun mereka tak lantas menyerah begitu saja, sehingga kini markaz yang mereka bangun menjadi tempat yang besar dan terkenal.

Tak banyak waktu yang kami habiskan di Markaz arabiyah Pare, kami langsung berpindah tempat ke KBIH Batu. KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) Batu merupakan lembaga bimbingan haji yang berada di kota Batu. Disana kami cukup terkejut karena melihat bangunannya yang sedang direnovasi, namun ada satu ruangan luas (aula) yang mampu menapung kami selaku tamu. Dalam ruangan itu, kami bertemu dengan pengurus-pengurus KBIH Batu, dan diberi banyak ilmu serta wawasan mengenai KBIH tersebut. Tak hanya diberi, namun kita disana juga mendiskusikan beberapa hal mengenai ibadah haji. Langit semakin petang, tak banyak waktu juga untuk kami habiskan di KBIH Batu, kemudian kami pergi ke tempat penginapan di dekat situ.

Time flies so fast, hari kedua dimulai. Selasa, 5 Oktober 2021 merupakan hari kedua kami KKL. Masih di kota Batu, kami melanjutkan kegiatan KKl ke RADAR Batu yang letaknya tidak jauh dari KBIH Batu. Di RADAR Batu, kami cukup terkejut dan terkesan mengenai berbagai hal yang mereka sampaikan terkait penerbitan Koran. Tak banyak yang tahu bahwa 1 iklan yang terpapar di sebuah Koran, memiliki harga yang cukup fantastis, terlebih lagi jika gambar iklan tersebut penuh 1 halaman. Dan satu hal yang membuat kami terkesan yaitu, tempat se-minim dan se-sederhana itu ternyata setiap harinya memiliki penghasilan yang cukup banyak. 

Lagi-lagi waktu yang kami miliki untuk berkunjung membuat kami merasa kurang puas dengan apa yang mereka sampaikan. RADAR Batu telah kami kunjungi, kini waktunya kami beralih ke destinasi terakhir, yaitu Penerbit Lisan Arabi. Penerbit Lisan Arabi terletak di Kec. Singosari , Malang. Kali ini ada yang special, setibanya disana kami disambut baik dan disuguhi penampilan music dari crew Lisan Arabi, serta bazar buku dengan berbagai diskon-diskon menggiurkan. Penutup hari yang mengesankan, di penerbit Lisan Arabi kami tentunya banyak diberi motivasi, dan sharing-sharing mengenai Penerbitan Lisan Arabi. bahkan yang menjadi pengalaman tak terlupakan bagi saya yaitu, bisa bertemu langsung dengan penulis buku terkenal, bisa membeli bukunya dengan harga yang minim, dan juga tentunya mendapat tanda tangan beliau (penulis buku) di buku yang saya beli hehe (. 

Subhanallah….selama kegiatan KKL kemarin saya merasa semangat, senang, dan terharu karena bisa bertemu dengan orang-orang hebat. Serta ilmu yang mereka beri kepada kami walaupun tak banyak, namun berkesan dan bermanfaat tentunya. Terimakasih kami sampaikan kepada Bapak ibu dosen yang telah membimbing dan menemani kami selama kegiatan KKL berlanagsung, serta semua pihak yang kami kunjungi. Sekian refleksi kegiatan KKL yang dapat saya sampaikan, Syukran.

KEPINGAN KISAH KKL 2021

KEPINGAN KISAH KKL 2021

Oleh : Nailatul Chumairoh


Kuliah kerja lapangan adalah suatu kegiatan yang melibatkan mahasiswa dan memadukan antara observasi dengan mengunjungi tempat tempat tertentu, instansi ataupun lembaga lembaga yang berhubungan dengan disipiin ilmu yang ditekuni oleh mahasiswa tsb.

Pada kesempatan kali ini saya akan merefleksikan perjalan KKL saya dan teman teman mahasiswa lainnya yang berjumlah 44 mahasiswa dan di dampingi 8 dosen pembimbing ini.

4 oktober 2021, kamar kost

04.00 aku bangun dan mulai menata barang barang keperluan ku yang akan kubawa untuk perjalanan KKL, aku bukan termasuk orang yang cekatan dalam melakukan sesuatu, tak terasa setengah jam sudah berlalu, kubuka jendela kamar kost ku, terlihat matahari yang sedikit malu malu untuk memancarkan sinarnya, berhubung saat ini aku sedang mendapat tamu bulanan ku, jadi aku tidak perlu melaksanankan sholat shubuh.

05.20 “Naylaaaaa!!”  terdengar suara kawanku dari luar jendela tak terasa ternyata aku sedikit terlambat, padahal jadwal pemberangkatan sebenarnya adalah pukul 05.00, dengan tergesa gesa aku mulai menata tas ku di motor kawanku, walaupun jarak kost dari kampus hanya sekitar 200 meter tapi aku tetap saja meminta temanku untuk mengantarku ihihi, bukan karna aku mager tapi karena bawaan ku yang terlalu banyak, dan jalan menuju kampus yang relatif menanjak.

06.02 di dalam bus, riuh suara berisik teman temanku membuatku sedikit mulai pusing, sebentar lagi bus mulai berangkat, tapi masih ada dua temanku yang belum juga masuk bus, menyebalkan memang, entah apa yang dilakukan mereka hufttt. Bus mulai berjalan pada pukul 06.10, aku mulai menatakan tas milik teman sebangku ku di tempat yang sudah di sediakan. Aku memilih untuk tidak terlalu banyak bicara. Karena kepalaku sedikit pusing, takut nanti malah mabuk perjalanan, suara suara temanku mulai mengecil, akupun tertidur.

4 oktober 2021, Markaz Arabiyah

    10.06  rombongan sampai di markaz arabiyah pare, kediri. Sengat matahari Kediri menggigit kulitku hitamku,ternyata kediri se panas ini. Suara suara manja temanku yang mulai kepanasan memenuhi gendang telingaku. Acara pun dimulai kipas angin model blower dinyalakan, tidak mengurangi rasa panas, namun menambah hawa semriwing seperti di pantai, angin kencang dengan hawa panasnya yang khas. Materi materi mulai disampaikan tak satupun kata yang ku gores di buku kuning ku, tapi tenang semua materi sudah ku rekam dengan baik di hp ku yang mulai kehabisan memori penyimpanan. Markaz arabiyah merupakan sebuah lembaga kursus bahasa arab yang didesain oleh alumnus Timur Tengah berpengalaman untuk bisa menguasai lima maharah, serta mampu berinteraksi langsung dengan lahjah arab.

    13.07 setelah berperang dengan panasnya kota Kediri, kita melanjutkan perjalanan ke kota Batu, terbayang betapa dingin nya udara disana, selama perjalanan aku tetap dan terus merajut mimpi mimpi indahku yang tak tau kapn akan terwujud, “psssttt aku tertidur”.

    Gludagg !! bus mengerem , botol minum teman ku jatuh, membangunkanku, ternyata kami sudah sampai di sebuah gedung berwarna putih dan nampak beberapa bagiannya yang belum selesai digarap, “ooh ini KBIH Al-Ikhlas” kataku dalam hati, udara disini sangat sejuk, berbanding terbalik dengan kediri, udara sejuk membelai wajahku hmmm, sejuk sekali. 

فَبِأَيِّ آَلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ , kita mulai memasuki gedung yang masha allah ternyata megah sekali, tidak dibutuhkan lagi kipas angin disini,kurasa jendela jendela besar dibuka lebar pun sudah sejuk sekali.

Setelah materi materi yang disampaikan, kitapun melanjutkan perjalanan ke hotel,   kita hanya perlu menempuh waktu 4 menitan saja dari KBIH menuju hotel Batu Wonderland, setelah pembagian kunci masing masing kelompok menuju ke kamar kamar yang sudah ditentukan, astaghfirullah tidak sampai situ saja penderitaanku, aku mendapat bagian kamar paling pojok yang otomatis paling jauh, aku bergegas membereskan barangku dan mandi, sialnya shower yang di kamar mandi tidak keluar airnya, water flush di kloset juga tidak berfungsi, terpaksa aku mandi menggunakan semprotan wc untuk mandi, nasiib nasiib. Mandi udah, ganti baju juga udah, aku dipaksa teman teman sekamarku untuk menelepon resepsionist agar segera membetulkan kerusakan kerusakan yang ada di kamar mandi, hufttt.

5 oktober 2021, hotel Batu wonderland

    06.00 dinginnya kota Batu ditambah dengan suhu ac yang mencapai 18 derajat celsius membekukan kulit ku. Kita bangun dan sarapan lalu mendapat kabar ternyata perjalanan diundur, kitaa menghabiskan sisa waktu untuk berfoto dan tidur lagi. Jam keberangkatan telah tiba, kita bergegas kebawaah dan masuk bus, lalu melanjutkan perjalanan ke radar Batu, sesampainya disana entah mengapa tubuhku terasasangat tidak sehat, tapi kurasa masih kuat untuk diajak bekerja sama.

Untuk destinasi selanjutnya dan yang merupakan tujuan terakhir dari kegiatan KKL, kami mengunjungi penerbit Lisan Arabi yang berada di Singosari. ”tholaal badru alaina min tsaniyatil wadaa”  Suara sholawat ramai menyambut kedatangan kami, tak terasa acara pun dimulai, penerbit lisan arabi merupakan lembaga penerbit yang menyajikan informasi kebahasaan dan keislaman secara menyeluruh baik konseptual maupun praksis._






Friday, 12 November 2021

MARKAZ ARABIYAH DI KAMPUNG SEJUTA PRESTASI

MARKAZ ARABIYAH DI KAMPUNG SEJUTA PRESTASI

Oleh: Ibrohim Ganteng

Disebuah daerah yang terletak di kecamatan pare, kediri, terdapat sebuah kampung yang terlihat seperti kampung biasa lainnya, namun ketika di telusuri lebih dalam maka akan ditemukan banyak lembaga bimbingan belajar yang sangat membuat kagum para penggila dua bahasa terkenal yaitu arab dan inggris, bukan sekedar lembaga bimbel biasa, tapi lembaga bimbel yang dapat dijadikan role mode dalam metode pembelajarannya di seluruh indonesia, lembaga yang dapat menaikkan martabat kampung yang disinggahinya sampai dapat merubah namanya menjadi kampung bahasa.

Saya sebagai penulis dan penggila bahasa arab adalah yang termasuk takjub ketika mendapat kesempatan untuk berselancar didalam kampung tersebut, pada hari senin tanggal 4 Oktober 2021 saya dan teman-teman penggila bahasa arab dari IAIN Salatiga menuju ke salah satu lembaga bimbingan belajar Markaz Arabiyah, kesan pertama saat turun dari bus adalah hawa yang panas, namun saat memasuki aula pertemuan barulah terasa sesuatu yang berbeda. Ya, sejuknya ilmu dalam sekejap menghilangkan rasa hawa yang panas.

Kami disambut dengan screening suhu badan dan pemakaian hand sanitizer, kemudian ada sedikit pemberian snack untuk bekal selama pertemuan, baru kemudian dipersilahkan untuk mengambil posisi duduk di aula, semua itu diiringi dengan musik berbahasa arab khas Lisan Arabi, musik yang tidak hanya memberi kesan indah dalam alunannya namun juga dalam susunan bahasa dan sastranya.

Selanjutnya acara pembukaanpun dimulai, diawali dengan sambutan dari pihak Lisan Arabi, dan kemudian dari pihak IAIN Salatiga, kemudian acara inti adalah pemaparan secara umum tentang Markaz Arabiyah oleh H. Miqdarul Khoir Syarofit, Lc. M. Pd. selaku pendiri dari lembaga bimbingan belajar Lisan Arabi dan grebek lokasi pembelajaran untuk melihat langsung metode pembelajarannya, setelah itu acara ditutup dengan penandatanganan MoU kerjasama antara kedua belah pihak.

Takjub dan bangga adalah kata yang tepat saat kita semua meninggalkan tempat tersebut, bagaimana bisa suatu lembaga di salah satu kampung dapat meluluskan ratusan santri sejak awal didirikannya, bahkan ratusan santri yang telah lulus juga dapat melanjutkan studi ke luar negeri, tidak hanya itu, salah satu guru dari lembaga tersebut juga telah menyusun buku Mahir TOAFL dengan skor 600 yang diterbitkan oleh penerbit terkenal yaitu Gramedia. 

Saya Takjub

Saya Bangga

Pengalaman Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Jawa Timur

Pengalaman Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Jawa Timur
Oleh: Nurul Humaidah

Kuliah kerja lapangan (KKL) adalah suatu mata kuliah yang wajib ditempuh bagi seluruh Mahasiswa, khususnya untuk Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora jurusan Bahasa dan Sastra Arab. Kegiatan ini adalah kegiatan yang dilakukan oleh Mahasiswa untuk menambah wawasan dan mendapatkan pengalaman nyata dari instansi, Lembaga, atau organisasi yang berkaitan dengan disiplin keilmuwan dan kompetensi yang dikembangkan program studi.
Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ini program studi Bahasa dan Sastra Arab melakukan kunjungan di berbagai destinasi, diantaranya: Markaz Aroby Al-Azhar Pare Kediri, Radar Batu Malang, KBIH Istiqomah Batu, dan Penerbit Lisan Arabi Malang.
Saat belum berangkat ke kampus, teman-teman yang berangkat bareng dari pondok sudah pada siap semua, sedangkan aku belum ngapa-ngapain, mulai deh gelisah ku, kemrungsung banget. Sampe-sampe temen cewekku manggil ke kamar beberapa kali wkwk, ya maap aku malah bingung kalo udah kemrungsung. Selesai lah aku siap-siapnya dan aku langsung menuju mobil yang mengantarkan saya dan teman-teman saya. Sampe di mobil langsung pada ngegas lama-lama wuu, responku cuma hihihi maap. Sungguh humai yang sering meresahkan huhu.
Saya dan teman-teman saya langsung perjalanan ke kampus, tetapi ternyata tidak langsung ke kampus kita masih mampiri temen saya satu yang tidak sepondok, ya sekitar beberapa menit kita nunggu. Akhirnya dia datang dan kita lamgsung perjalanan ke kampus.
Sampai di kampus, saya merasakan sedikit asing sama orang-orang, ya mungkin karna kita jarang ketemu, terakhir ketemu ya masih semester awal. Saya absen dulu, dan mulai menata barang-barang di bagasi bus. Pas naik bus sudah mulek-mulek saya rasanya, memang jujur saya tidak kuat naik mobil perjalanan jauh, tapi saya tak kuat-kuatin. Saya bingung mau duduk di mana ini, sedangkan temen sebangkuku belum sampe juga, resah lagi deh saya. Akhirnya temenku sampai dan kita mulai perjalanan ke Jawa timur. Saat perjalanan saya kalau naik kendaraan mesti ngantuk, terlelap lah saya di bus, hehe.
Siang hari saya sampai di Markaz Arabiyah Al-Azhar Pare Kediri, saya merasakan panas banget, karna jujur saya berasal dari anak gunung, jadi gak betah kalau di daerah panas-panas. Mau ngeluh tapi gimana lagi, emang kenyataannya begitu, masak mau menyalahkan yang menciptakan hihi Astaghfirullahal'zdim. Belum mulai materi saya udah kebelet aja ke kamar mandi, saya sampai saya sudah mual, tapi meh tak keluarin tidak bisa, ya udah deh tak tahan. Di sana Saya mendapatkan beberapa ilmu dari mereka, di sana saya diberi pengetahan-pengetahuan diantaranya ada program-program di Markaz Arabiyyah, yaitu I’dad (program paling dasar), Syarqy (program lanjutan setelah I’dad, Takhasus (program khusus untuk mendalami gramatikal), akbar Nas, Maqro’ (khusus untuk membaca atau sering disebut dengan qiroatul kutub), dan Minhah (program khusus untuk beasiswa ke Timur tengah). Sedikit tertarik dengan tempat tersebut, tetapi saya berfikir kuat apa tidak ya? Dengan target-target yang harus dicapai selama di sana. Peraturan-peraturan di sana pun memang ketat menurut saya, karena mungkin belum terbiasa dengan aturan-aturan semacam itu, tapi mungkin ketika sudah biasa tetep nayaman-nyaman saja.
Proses kinerja di Markaz Arabiyah, dijalankan secara kerja sama antar individu. Untuk tenaga pendidik Markaz Arabiyah mendatangkan guru-guru yang kompeten dalam bidang bahasa Arab. Di Markaz Arabiyah mempunyai beberapa sarana prasarana, yaitu asrama bagi santri, aula, kamar mandi, kelas dan buku pembelajaran. Ketika saya kunjungan di sana, saya di tempatka di Aula yang disitu sering dibuat kegiatan-kegiatan para santri. Sedikit haru kelas yang digunakan di sana masih dengan sewaan rumah-rumah yang berpisah-pisah yang masih di sekitar Markaz tersebut. Walaupun kelasnya masih seperti itu, tetapi para santri tetap semangat untuk belajar untuk menggapai cita-cita mereka. Saya dan kawan-kawan mengunjungi kelas-kelas tersebut dan salah satunya ada kelas yang menyambut kita dengan yel-yel mereka dengan penuh gembira. Perjalanan ke asrama ya lewat rumah-rumah warga disitu, melewat sesuatu yang menyengat wkwkw, ya lanjut perjalanan aja, dan saya memaklumi.

Masih di hari yang sama dan cukup melelahkan hehe, saya melanjutkan kunjungan yang ketiga di KBIH Al-Ikhlas Batu Malang, yang didirikan pada tahun 2000 dan langsung beroperasi pada tahun itu juga. KBIH Al-Ikhlas ini diketuai oleh H. Muhammad Ali dan banyak anggota-anggotanya. Proses kinerja lembaga di sana diawali dengan pendaftaran membawa validasi dan porsi kemenag sesuai domisili, setelah dari kemenag calon jamaah haji akan membawa porsi ke KBIH untuk mendaftar manasik haji. Keberangkatan calon jamaah haji diikutkan kemenag Kota Batu dengan didampingi pembimbing dari KBIH yang sudah ditunjuk, di sana melakukan proses perjalanan haji umroh, sehingga mereka mempercayai di Radar Batu.
Para petugas Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dapat menyelesaikan pekerjaannya dengan semaksimal mungkin dengan melakukan persiapan yang mantap dengan mulai dari teori-teori, praktek manasik haji, serta hak dan kewajiban jamaah tentang apa saja yang akan dilakukan mulai persiapan pemberangkatan dari Indonesia ke Arab Saudi/Makkah. Ketika membimbing calon jamaah yang sudah tua pun mereka sangat bersabar , telaten, karena KBIH ini bukan hanya sekedar bisnis dan calon jamaah haji sah, akan tetapi bagaiamana membuat kesan terbaik saat mereka menghadap Allah SWT dan mereka juga nyaman saat melakukan ibadah Haji tersebut. Perjalanan manasik haji tersebut bukan hanya sekedar ibadah saja, tetapi juga sebagai wisata.
Disana saya hampir sampe maghrib, saya melanjutkan perjalanan ckeck in ke Hotel Wobderland dan akhirnya bisa istirahat.
Dilanjutkan hari yang kedua saya sarapan dan checkout dari hotel Wonderland, emmag sih saya tidak terlalu doyan makanan restoran, tapi saya cinta pada diri saya sendiri, jadi terpaksa tetep makan wkwk. Saya melanjutkan kunjungan di Radar Batu yaitu cabang dari Radar malang yang ditempatkan di Kota Batu. Disana saya mendapat pelajaran yang diantaranya ada managemen pengolahan media Radar Batu yang memiliki tiga divisi kerja, yaitu Divisi Redaksi, Divisi Iklan, dan Divisi Pemasaran. Selain tiga divisi tersebut, Radar Batu juga memiliki tim event organizer (EO) yang bertugas menangani kegiatan off print dengan mitra kerja milik Radar Batu sendiri. Program kerja media di sana dengan koran yang ber-tagline “Only One, Number One” namun Radar Batu memiliki visi dan misi baru yaitu “More Than News Paper”.
Disana juga memiliki produk-produk media Radar Batu yang sangat dikenal oleh masyrakat dalam koran. Dalam sehari Radar Batu bisa mencetak kurang lrbih 15.000 eksemplar. Selain koran, Radar Batu juga memiliki laman Blog seperti lembaga-lembaga pada umumnya di masa yang segalanya serba online ini.
Sampai di sana saya disambut dengan gembira dengan mereka dan Radar Batu membagikan koran-koran cetakan mereka, salah satu pemateri dari sana yaitu Pak Bambang menjelaskan bahwa sampai saat ini Jawa Pos Group termasuk Radar Abtu yang berada di bawah Radar Malang masih sehat, walaupun saat ini zamannya online dan sempat dihajar pandemic Covid-19 sudah hampir 2 tahun, koran-koran di bawah Jawa Pos Group masih tetep eksis. Dengan itu, untuk pendapatan iklan, Radar Batu beserta Radar Malang masih dalam batas yang aman.
Kunjungan yang terakhir di Penerbit Lisan Arabi Malang, yang didirikan oleh Ustadz Dr, Mohammad Kholison, M.Pd,I. Di sana mempelajari persoalan pembelajaran Bahasa Arab yamh dikaji hampir di seluruh pondok pesantren yang belum tergarap dengan baik, kemahiran bahasanya bersifat pasif (istima’ da qira’ah). Lisan Arabi memiliki keunggulan pada tiga aspek, yaitu kognitif language-religion somains, affective language-religion domains, dan pshicomotoric-religion domains. Disana dijelaskan kenapa al-Qur’an sering memakai kata Lisan Arabi, bukan Lughotu Arabi, karena kata Lisan itu pasti semua orang punya, amka Lisan Arabi itu dimikili oleh semua orang atau umum, tetapi jika Lughoh Arabi itu hanya dimiliki oleh orang Arab yang bahasanya menggunakan bahasa Arab.
Di sana sangat banyak motivasi yang dipaparkan, yang sangat saya ingat adalah pertanyaan untuk seorang penyair yaitu apa ayang akan saya tulis dan tema apa yang akan saya dahulukan.
Yang terakhir saya direfreshingkan dengan mengunjungi tempat wisata-wisata, yaitu di Bromo, Bukit teletabis, dll. Sedikit lucu saya mahasiswa tapi wisatanya ke bukit teletabis, tetapi pemandanganya sangat bagus dan cuacanya sangat mendukung, di tempat itu memang ada 4 bukit, mungkin kartun teletabis itu bukitnya disitu, hehe.

REFLEKSI PERJALANAN KULIAH KERJA LAPANGAN (KKL)

REFLEKSI PERJALANAN KULIAH KERJA LAPANGAN (KKL)

Oleh : Mustika Dewi (53040190028)


Seperti halnya mahasiswa pada umumnya, saya dan teman-teman satu angkatan sedang melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Program ini merupakan program tahunan yang mana setiap Mahasiswa semester 5 prodi Sastra Arab IAIN Salatiga akan mengunjungi berbagai destinasi-destinasi lapangan kerja yang berkesinambungan dengan prodi kita. Berbagai destinasi yang kita kunjungi yang lebih tepatnya di daerah Jawa Timur. Pandemi tak menghalangi setiap rangkaian kegiatan dijalani dan protokol kesehatan terpatuhi. 

Perjalanan ke Jatim memakan waktu sekitar lima hari. Berbagai tempat kita kunjungi. tujuan pertama adalah merupakan tempat kursus bahasa Arab Markaz Araby di Pare Kediri. Saat rombongan kita datang tentunya langsung di sambut oleh para santri. Iya santri, sebutan untuk siswa siswi yang sedang kursus disana. Saat pembekalan sudah di mulai kami para mahasiswa mulai menyimak dengan seksama di tengah hawa panasnya Kota Kediri yang tak terpungkiri. 

Telah dirasa cukup dengan panasnya Kediri kita lanjut perjalanan ke Batu, yang berhawa sejuk. Akan tetapi tujuan utama bukan mencari kesejukan melainkan ada tempat yang harus dikunjungi yaitu merupakan sebuah lembaga yang membimbing para jama’ah yang sedang melaksanakan ibadah haji, KBIH Al-Ikhlas. Setelah dari sana kami serombongan langsung menuju hotel untuk beristirahat. Uuh MasyaAlloh dari serangkaian kegiatan dan tempat yang di kunjungi di atas kegiatan dan tempat ini lah yang paling saya nantikan, akhirnya bisa rebahan santuy. 

Pagi menjelang, saking nyamannya dengan kasur empuk dan slimut yang tebal hampir saja saya tertinggal rombongan, gara-gara bangun kesiangan wkwk. Lanjut perjalanan kita menuju Kantor Radar Batu. Saat sampai disana kami pun di sambut dengan di bagikannya kepada kami koran satu persatu. Dalam benak hati terburuk saya, buat apa? (emot ketawa). Tapi kata Bu Rina nanti juga bermanfa’at buat alas sholat, Astaghfirulloh. Eh bercanda Bu Rina hehe.  

Untuk destinasi selanjutnya dan yang merupakan tujuan terakhir dari kegiatan KKL, kami mengunjungi penerbit Lisan Arabi yang berada di Singosari. Lisan Arabi juga mengadakan bazar buku. Sebenernya saya tidak ada niatan sama sekali untuk membeli buku, saya rasa hadiah dari menjawab pertanyaan adalah buku, jadi itu sudah cukup. Bukan apa-apa takutnya mubadzir tidak kebaca. Ternyata ada seorang dosen baik hati bernama Al-mukarrom bapak Choderin yang membelikan saya buku karena telah menjadi khodam membawakan buku beliau. Karena di belikan saya memilih buku yang agak tebal dan agak mahalan. Maafkan saya ya pak Cho, saya yakin bapak ikhlas dan semoga Alloh SWT yang membalas. 

Jujur saja, dari rangkaian kegiatan di atas mungkin saya adalah mahasiswi yang merasakan manfaatnya, gak tau kalo yang lain. Dari manfaat yang lebih membuka mindset, motivasi, hingga pandangan untuk nanti setelah lulus mau kemana. Seperti waktu di Markaz Arabi, disana terdapat beberapa program unggulan yang salah satunya ada kelas MINHAH, yaitu program khusus untuk siswa siswi yang ingin kuliah di Timur Tengah. Dan membuat saya ada pandangan setelah lulus kuliah mungkin saya akan kursus disana dan melanjutkan study di Yaman, Amin. 

Selanjutnya ada KBIH Al-Ikhlas, disana juga semakin memotivasi saya sebagai mahasiswa jurusan Sastra Arab untuk bisa naik haji gratis. Dan juga waktu di Radar Batu membuat saya tersadar ternyata peluang kerja untuk sarjana Sastra Arab sangat luas sekali, kita juga bisa menjadi jurnalis yang mana pekerjaan menulis yang berhubungan dengan kata, bahasa, dan sastra. Dan di destinasi terakhir adalah tempat yang sangat memotivasi saya yaitu penerbit Lisan Arabi. Seperti, segala sesuatu memang harus di mulai, mulai untuk belajar bahasa Arab bukan sekedar belajar teori tapi juga belajar praktek meski di mulai dari hal terkecil.

Yah, untuk perjalanan terakhir kita merefreshingkan diri untuk mengunjungi wisata gunung Bromo di Probolinggo. Tidak terlalu exited karena sebelumya saya sudah pernah kesana. Akan tetapi perjalanan ke Bromo kali ini cukup melelahkan, lelah fisik lelah hati, entah. Tapi seru, melihat pemandangan alam cukup untuk membayar lelahnya perjalanan. Setelah puas berfoto-foto kami pun segera berkemas dan mulai melanjutkan perjalanan untuk pulang. Sekian. 







 

Memetik Hikmah di Timur Jawa

 

oleh Muhammad Naufal Annaji

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

 

Seringkali terbesit dalam pikiran bagaimana kehidupan kerja yang akan dijalani setelah lulus dari jurusan Bahasa dan Sastra Arab. Bisa dibilang

"Lulusan BSA Bisa Apa?"

Kalimat itu seakan merundung harapan tentang masa depan, membuat pesimis, dan seakan ada dorongan untuk keluar dari jurusan ini.

 

Memang ada pekerjaan-pekerjaan di bidang sastra maupun kebahasaaraban seperti Penulis, Kritikus Sastra, Linguist, dll. Tapi sayangnya dari diri sendiri pun tidak ada jiwa sastra nya, seumur hidup seingat saya baru satu kali baca novel, dan memang tidak terlalu tertarik tentang dunia kesusastraan. Masa depan semakin tidak jelas saja.

 

Namun kegundahan-kegundahan itu mulai terobati dari beberapa hal yang memotivasi saya untuk melanjutkan belajar di jurusan BSA ini. Beberapa diantaranya yaitu ketika kegiatan KKL yang diadakan mulai tanggal 4-7 oktober 2021 kemarin. Kegiatan itu membuka pandangan saya mengenai prospek pekerjaan di masa depan. Tapi bukan itu intinya, beberapa hal ketika kegiatan KKL itu membuat pandangan semakin terbuka. Biar sedikit saya tuliskan

 

Ketika di Markaz Arabiyah, mendengar pak Miqdarul Khoir memberikan penyampaian diatas mimbar panggung dengan penuh ucapan merendah, bagaimana beliau merasa terhormat dengan kedatangan kami, bagaimana beliau meminta maaf atas penyambutan kami, dan juga bagaimana beliau mengisahkan usaha beliau dalam membangun Markaz Arabiyah bersama pak Titis Trilaksito. Apalagi ketika itu beliau baru saja pulang dari luar kota dan langsung mengisi acara untuk kami. Hal-hal tersebut menjadi sebuah pelajaran tersendiri untuk membangun sifat-sifat pekerja keras dan rendah hati.

 

Di sisi lain, kegiatan yang kami laksanakan di Markaz Arabiyah juga sangat membuka wawasan, sebuah lingkungan yang diciptakan untuk melatih kemampuan  berbahasa Arab. Dan itulah yang seharusnya dilakukan dalam pembelajaran bahasa Arab, karena bahasa itu dikuasai dengan mendengar dan berbicara bukan dengan hanya belajar. Justru Mendengar dan Berbicara itulah yang menjadi proses belajar. Untuk itu diperlukan lingkungan yang mendukung untuk menguasai bahasa tujuan. Mudah diucapkan tapi susah diterapkan, membangun lingkungan tidak semudah di ucapan. Perlu kemauan keras dan usaha keras dan mungkin juga perlu modal yang besar. Dan itulah tugas kita jika memang memiliki keinginan untuk membumikan bahasa Arab di Nusantara.

 

Kemudian ketika ketika di KBIH al-Ikhlas Batu, salah satu yang menjadi pelajaran bagi saya yaitu belajar untuk ikhlas. Ikhlas berkhidmat bagi masyarakat sebagaimana para pegawai KBIH yang ikhlas melayani para calon tamu Allah. Bukan karena materi tetapi untuk kebaikan sesama. Membantu orang lain bukan demi mendapatkan balasan, tetapi karena mereka manusia seperti kita, sama-sama makhluk dari Sang Maha Pengasih seharusnya saling mengasihi.

 

Saya tidak terlalu banyak ingat ketika di Radar Batu, namun angka-angka rupiah yang diucapkan Pak Kholid memang cukup mengejutkan.

 

Selanjutnya ketika di penerbit Lisan Arabiy, ini hampir sama seperti ketika di Markaz Arabiyah, inti dari belajar bahasa itu tentu praktek. Belajar saja tidak akan pernah cukup, harus mulai mempraktekkan dimulai dari lingkungan sekecil apapun bahkan seperti grup WhatsApp. Kita tidak akan bisa maju selama kita tidak melangkah, sedangkan dalam langkah sekecil apapun itu pasti terdapat kemajuan. Kesimpulannya, melangkah saja tidak perlu memikirkan seberapa besar langkah nya. Mulai saja belajar bahasa Arab dengan konsisten, meski hanya menghafal 1 mufrodat setiap hari setidaknya ada kemajuan.

 

Mungkin itu saja yang hendak saya sampaikan, Pada akhirnya bukan prospek kerja tapi motivasi-motivasi beliau-beliau tersebut yang menekankan untuk senantiasa memperbaiki dan mengembangkan diri lah yang lebih banyak membuka pikiran.

 

Sekian, Terimakasih.

 

SECARIK CERITA DI JAWA TIMUR -Hanifah Insani I- 53040190004

 Kuliah Kerja Lapangan (KKL) yang dilaksanakan pada tanggal 4-7 oktober 2021. Program ini merupakan program tahunan bagi setiap Mahasiswa prodi Sastra Arab IAIN Salatiga akan mengunjungi berbagai destinasi-destinasi lapangan kerja yang cocok dengan prodi Bahasa dan Sastra Arab. Ada beberapa destinasi yang kita kunjungi di daerah Batu, Malang, Jawa Timur. 

Perjalanan ke Markaz Arabiyah Pare yang mana itu destinasi pertama mahasiswa Bahasa dan sastra arab IAIN Salatiga memakan waktu sekitar 4 jam dari kampus 2 IAIN Salatiga. Setelah sampai kita pun disambut oleh pihak Markaz Arabiyah dengan protocol yang berlaku dan tentunya langsung melanjutkan acara agar tidak memakan waktu yang banyak dan untuk melanjutkan ke destinasi KKL selanjutnya.

Setelah selesai di Markaz Arabiyah kita langsung melanutkan destinasi yang ke 2 yaitu KBIH Al-Ikhlas yang lumayan jauh dari tempat pertama. Disanapun kami disambut hangat walaupun udara disana cenderung dingin karena didataran tinggi. Setelah acara selesai kita melanjutkan ke hotel Batu Wonderland yang tidak jauh dari KBIH Al-Ikhlas. Kitapun makan malam, bersih-bersih dan juga istirahat, 

Hari ke dua dimana kita akan melanjutkan ke destinasi ketiga yaitu Kantor Radar Batu. Disana kita dibagikan ilmu masalah jurnalistik dan juga tulis menulis atau pun wawancara dan membuat judul berita koran yang menarik perhatian pembaca.  

Melanjutkan acara yaitu ke destinasi keempat yaitu ke penerbit Lisan Arabi yang berada di Singosari. Disana saya alhamdulillah mendapatkan doorprize walaupun agak memaksa, tapi ya bersyukur karena tidak sia-sia perjalanan ke Malang. 

Malamnya kita sampai di hotel Goya Probolinggo untuk sekedar merelaksasikan badan karena paginya kita akan melanjutkan perjalanan ke destinasi terakhir yang mungkin tidak hanya saya yang menanti-nantikannya yaitu wisata gunung bromo.

Jam 1 pagi kita mulai perjalanan ke bromo, ngantuk dan happy. Kabut tebal driver yang pro sampai dibawa freestyle, menegangkan tapi nagih. Setelah usai dari bromo kita melanjutkan perjalanan pulang ke Salatiga. Jam 2 malam kita sampai dan Kembali ke tempat masing-masing dengan membawa kenangan indah yang tidak tau kapan bisa mengulanginya Kembali bersama-sama.




SERAP ILMU DUNIA KERJA DENGAN PROGRAM KKL

 SERAP ILMU DUNIA KERJA DENGAN PROGRAM KKL

Perguruan tinggi sebagai tempat para mahasiswa menempuh perkuliaahannya turut serta peduli terhadap kelangsungan hidup mahasiswanya pasca mendapat gelar sarjananya. Wujud kepedulian tersebut berupa Kuliah Kerja Lapangan atau yang lebih sering disebut dengan KKL. KKL merupakan mata kuliah wajib yang harus diambil oleh mahasiswa untuk mendapatkan gelar sarjananya, mekanismenya berupa kunjungan dan observasi dalam sebuah lembaga atau instansi sebagai bentuk pengenalan dan pemberian bekal pengetahuan kepada mahasiswa yang bersifat praktis dan komparatif terhadap tupoksi, kinerja dan hal lainnya dari lembaga tersebut. Lembaga atau instansi yang dikunjungi biasanya merupakan instansi yang berkaitan dengan program studi dari mahasiswa tersebut.

Ditengah-tengah masa pandemi covid-19 yang belum usai ini, Mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab dari Institut Agama Islam Negeri Salatiga berkesempatan untuk  melaksanakan KKL secara luring dibeberapa tempat di Jawa Timur dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. KKL ini dilaksanakan pada hari senin-kamis tanggal 4-7 Oktober 2021 yang diikuti oleh 44 peserta serta melibatkan 8 dosen dari Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora IAIN Salatiga. Objek kunjungan mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab IAIN Salatiga antara lain :  Markaz Arabiyah Pare Kediri, KBIH Al Ikhlas Batu, RADAR Batu Malang dan  Penerbit Lisan Arabi Malang.

Mahasiswa memulai pemberangkatan dari kampus II IAIN Salatiga menuju Markaz Arabiyah Pare Kediri  dengan waktu perjalanan kurang lebih 3 jam.

 

Mengenal Lebih Dekat Markaz Arabiyah

Markaz Arabiyah merupakan objek kunjungan pertama mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab IAIN Salatiga. Acara kunjungan dibuka dengan sambutan dari   H. Titis Trilaksito, Lc, selaku direktur utama Markaz Arabiyah dan Dr. Agus Ahmad Su’aidi, Lc., M.A sebagai Kepala Program Studi Bahasa dan Sastra Arab IAIN  Salatiga  kemudian dilanjutkan dengan penyampaian profil dan proses pembelajaran Markaz Arabiyah oleh H. Miqdarul Khoir Syarofit, Lc. M. Pd. Sebagai Kabid Kurikulum Markaz Arabiyah.

Dengan niat yang penuh untuk menumbuhkan eksistensi Bahasa Arab, Markaz Arabiyah resmi didirikan pada tanggal  11 April 2018 dan sampai saat ini berlokasi di Jalan Cempaka No.32 Tegalsari, Tulungrejo, Pare, Kediri, Jawa Timur. Sebagai episentrum pendidikan bahasa Arab dan studi timur tengah, Markaz Arabiyah telah terdaftar di OIAA dan mendapatkan sertifikasi kemampuan Bahasa arab yang berakreditasi international melalui international University of Africa, Sudan.

Dalam proses pembelajarannya, Markaz Arabiyah menerapkan metode berbasis Multiple Intelligences yang dapat menstimulus peserta didik untuk lebih bersemangat dan penuh antusiasme dalam kegiatan pembelajaran serta mengembangkan potensi peserta didik. Sebagai pusat pembelajaran Bahasa Arab dengan mutu yang tinggi, Markaz Arabiyah menawarkan program pembelajaran yang beragam sehingga para peserta didik dapat memilih sesuai kapasitas dan peminatannya masing-masing.

Program I’dat, Merupakan program yang dianjurkan bagi para pemula untuk meningkatan skill bahasa arab

Program Takhassus, untuk memperdalam kemampuan gramatikal bahasa arab serta menelaah makna tekstualitas dan kontekstualitas kitab kuning klasik ataupun modern

Program Syarqi, Merupakan paket komplit untuk memperdalam empat kemahiran dalam berbahasa arab,yaitu kemahiran membaca, menulis, mendengar dan berbicara

Program Akbarnas adalah program yang dikhususkan untuk memperdalam kemampuan berbicara dalam Bahasa Arab bahasa arab (Maharah al-Kalam)

Program Maqra’, merupakan program yang dikhususkan untuk memperdalam kemahiran dalam membaca kitab  (Qiro’ah al Kutub) bersanad keilmuan ulama’ hadhramaut

Program Minhah, Merupakan program yang dikhususkan untuk peserta didik yang berminat melanjutkan studi ke Timur Tengah

Sebagai Lembaga Bahasa yang masih tergolong baru, Markaz Arabiyah telah melahirkan alumni-alumni berkualitas, beberapa diantaranya melanjutkan studi di timur tengah baik di Mesir, Yaman, Sudan, Turki maupun negara di timur tengah lainnya.

Kunjungan di Markaz Arabiyah diakhiri dengan penandatanganan MoU sebagai bentuk kerjasama dalam meningkatkan  mutu Pendidikan Bahasa Arab.

 

KBIH Al- Ikhlas Batu

Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al-Ikhlas merupakan objek kunjungan kedua mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab IAIN Salatiga. Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa dikenalkan dengan profil dari KBIH Al-Ikhlas. KBIH merupakan Lembaga yang kinerjanya berfokus pada pembinaan dan bimbingan bagi calon  jamaah haji supaya mereka dapat melaksanakan ibadah haji sesuai dengan tuntunan syariat islam. Dengan adanya KBIH ini dapat mempermudah jamaah haji dalam melaksanakan ibadah haji.

KBIH Al-Ikhlas berdiri pada tahun 2000 dan berlokasi di Jalan Agus Salim 34 desa Sisir, Kecamatan  Batu, Malang. Lembaga ini didirikan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terkait mekanisme dan tata cara melaksanakan ibadah haji dengan baik dan benar sesuai dengan syariat islam. Selain tugas pokoknya dalam pembinaan haji, KBIH Al-Ikhlas juga mengadakan pelatihan ubudiyah seperti tatacara wudhu, shalat dan lain sebagainya untuk masyarakat setempat. Proses pembinaan dan bimbingan jamaah haji dapat berlangsung selama satu sampai dua tahun sebelum jamaah diberangkatkan ke tanah suci. Proses manasik haji yang dilakukan oleh KBIH Al-Ikhlas Batu biasanya meliputi maneaquin ihram, miniature ka’bah, tempat sa’i, tempat melontar jumroh, serta audio visual manasik dan perjalanan Haji.

Menjadi pembimbing jamaah haji dalam KBIH bukanlah hal yang mudah, perlu adanya kesabaran, keikhlasan dan ketelatenan yang tinggi karena objek yang dibimbing bukan hanya jamaah yang masih berumur muda saja namun kebanyakan dari jamaah yang sudah lanjut usia.

 

RADAR BATU MALANG

Radar Batu merupakan objek kunjungan yang ketiga setelah Markaz Arabiyah dan KBIH Al-Ikhlas. Radar Batu sendiri merupakan Lembaga yang bergerak dalam bidang pers, jurnalistik dan penerbitan koran.

Radar Batu merupakan cabang dari Radar Malang yang berlokasi di kota Batu, Malang. Radar Malang merupakan bagian dari Jawa Pos Grup yang terbesar di Jawa Timur‚ Jawa Tengah dan Bali. Berdiri sejak 20 Mei 1999. Sebagai harian lokal Malang Raya, Radar Malang meliput berita seputar wilayah Malang Raya‚ Kabupaten Malang dan Kota Batu.

Dalam kunjungan tersebut mahasiswa belajar banyak hal tentang dunia jurnalistik dan kepenulisan. Sebagai Manager Radar Batu, Pak Bambang menjelaskan profil dan sejarah dari Radar Batu Malang. Selain itu, beliau berbicara banyak hal tentang eksistensi koran di masa pandemic covid-19. Meskipun diramalkan eksistensi koran akan surut di masa pandemic ini, namun ternyata koran masih tetap eksis dan banyak diminati oleh masyarakat

 

Pak Kholid selaku wakil manager sekaligus redaktur Radar Batu banyak menjelaskan mengenai pembelajaran jurnalistik yang efektif dan kebebasan dalam menulis bagi para pemula, hal ini dipaparkan dengan jelas. Selain itu, beliau juga memaparkan pengalamannya dalam dunia kepenulisan dan jurnalistik, hal tersebut menjadi motivasi bagi para mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab untuk terus semangat dalam berkarya khususnya dalam dunia kepenulisan dan jurnalistik.

 

PENERBIT LISAN ARABI

Lisan Arabi merupakan sebuah nama pondok pesantren di Bumi Mandoroko Raya Blok GH IV Nomor 28, Singosari, Kabupaten Malang yang didirikan oleh Ustadz Dr. Mohammad Kholison, M.Pd.i, beliau merupakan seorang intelektual dan praktisi bahasa Arab. Selain sebagai tempat untuk menempuh Pendidikan keislaman bagi para santrinya, pesantren ini juga memiliki usaha penerbitan buku yang dinamai dengan Penerbit Lisan Arabi. Penerbit ini telah mencetak beragam buku keislaman terutama tentang Ilmu Bahasa Arab yang sampai saat ini buku-buku cetakannya telah menyabar di pelosok negeri dan juga menjadi buku acuan pembelajaran di beberapa kampus di Indonesia. Buku pertama yang diterbitkan berjudul ‘ilmu ashwat yang ditulis langsung oleh Dr. Mohammad Kholison, M.Pd.I.

Dalam kunjungan tersebut, Selain dikenalkan dengan dunia penerbitan, para Mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab IAIN Salatiga  mendapat suntukan semangat dari pak Nasarudin Idris Jauhar dalam proses belajar Bahasa Arab. Salah satu hal yang beliau paparkan adalah tentang banyaknya jumlah pondok pesantren di seluruh daerah di Indonesia, dimana dalam pondok pesantren tersebut diajarkan beragam ilmu Bahasa Arab mulai dari nahwu shorof, balaghah, mantiq dan lain sebagainya. Dari banyaknya pondok pesantren tersebut, masih sedikit yang mampu mempraktikkan Bahasa arab dalam kesehariannya. Banyak pondok pesantren yang mengajarkan ilmu Bahasa Arab namun hanya berfokus pada gramatikal Arabnya tidak dengan Kemahiran dalam berbicara menggunakan Bahasa Arab.

Selain itu beliau juga berpesan kepada para mahasiswa dalam proses mempelajari Bahasa Arab, antara lain :

  1.  Jangan pernah belajar untuk diri sendiri, namun niatkan untuk berbagi kepada orang lain.
  2. Pelajari Bahasa Arab sampai pada tahap memahami semua media yang menggunakan Bahasa Arab baik itu berupa tulisan berbahasa Arab maupun audio berbahasa Arab
  3. Memunculkan dalam hati kebutuhan dan keingintahuan Bahasa Arab dengan cara menambah perbendaharaan kosakata Bahasa Arab
  4. Implementasikan pengetahuan Bahasa Arab dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dengan praktik berbicara menggunakan Bahasa Arab sehari-hari, menulis Bahasa Arab dan lain-lain.

 

Penulis Bernama Abdul Mukti, Mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab IAIN Salatiga yang beberapa pekan lalu sempat mengikuti kegiatan KKL.

BSA IAIN SALATIGA KKL KE JAWA TIMUR

BSA IAIN SALATIGA KKL KE JAWA TIMUR

    Kuliah Kerja Lapangan (KKL) merupakan suatu kegiatan yang dilakukan Mahasiswa yang memadukan antara observasi, kunjungan ke tempat-tempat, instansi ataupun lembaga yang berkaitan dengan disiplin ilmu yang ditekuni Mahasiswa. Pada kesempatan tahun ini,  Program Studi Bahasa dan Sastra Arab IAIN Salatiga telah mengonsep dengan matang bagaimana berjalannya KKL yang akan di laksanakan, dan tujuan kali ini adalah Kediri – Malang, Jawa Timur yang dilaksanakan pada tanggal 4 – 7 Oktober 2021 yang di ikuti oleh 44 Mahasiswa dan 8 Dosen Pembimbing. Kegiatan KKL ini dilakukan sebagai ajang simulasi dan pengenalan profesi mahasiswa serta sebagai sarana bagi mahasiswa untuk mengenali suasana di lapangan serta menumbuhkan, meningkatkan, dan mengembangkan etos kerja profesional sebagai calon sarjana Bahasa dan Sastra Arab. Pemberangkatan dimulai pada tanggal 4 Oktober 2021 tepatnya hari Senin pukul 05.30 WIB dari Kampus 2 IAIN Salatiga menuju Markaz Arabiyah Pare (Kediri). Perjalan dari Salatiga menuju Kediri memakan waktu tempuh 4 di Pagi hari, dan rombongan sampai di Kediri pada pukul 09.30 WIB.


    Lalu kunjungan selanjutnya adalah di KBIH Al-Ikhlas Kota Batu. Rombongan tiba di KBIH pada pukul 15.00 WIB dan langsung disambut hangan oleh segenap Pimpinan KBIH Al Ikhlas. Di KBIH peserta KKL dapat belajar banyak mengenai proses kinerja dan pengelolaan manajemen bimbingan ibadah haji.


    Kunjungan ketiga dilanjutkan pada Selasa, 5 Oktober 2021 pukul 08.00 – 12.00 WIB di Radar Batu (Malang). Radar Batu merupakan kantor cabang dari Radar Malang yang ditempatkan di kota Batu, Malang. Radar Malang termasuk dalam Jawa Pos Group. Dari 15 Radar Jatim, Radar Malang merupakan media terbesar yang berlokasi di kota Malang. Pada kunjungan kali ini Peserta KKL dapat belajar banyak tentang Jurnalistik.


    Setelah itu pada pukul 13.00 WIB langsung menuju tempat kunjungan terakhir yaitu di Penerbit Lisan Arabi (Malang). Sesampainya disana rombongan KKL langsung di sambut hangat oleh segenap santri dan pimpinan Penerbit Lisan Arabi. Penerbit Lisan Arabi merupakan sebuah lembaga yang menyajikan informasi kebahasaan dan keislaman secara menyeluruh baik konseptual maupun praksis seiring perekembangan dan kebutuhan zaman. Oleh karena itu peserta KKL sangat antusias dalam prosesi pembelajaran di Penerbit ini.



    Selama kunjungan di empat lokasi KKL mahasiswa telah melakukan berbagai kegiaan seperti mengikuti kuliah umum yang diadakan oleh lembaga dan melakukan riset untuk mendapatkan berbagai data informasi terkait Bahasa dan Sastra Arab baik melalui wawancara, dokumentasi, maupun observasi secara langsung.

    Setelah rangkaian kegiatan kunjungan KKL selesai, pukul 02.00 WIB pada hari Rabu, 6 Oktober 2021 rombongan KKL perjalanan menuju ke Wisata Bromo. Sesampainya si Bromo langit sudah cerah, peserta pun tidak menyia-myiakan waktu untuk refreshing melepas penat dengan menikmati keindahan pemandangan Gunung Bromo.


    Berakhirlah rangkaian kegiatan KKL ini, rombongan meninggalkan Jawa Timur pada pukul 22.00 WIB dan menuju Salatiga. Singkatnya, rombongan KKL tiba di Kampus 2 IAIN Salatiga tercinta pukul 06.00 WIB pada hari Kamis, 7 Oktober 2021 dengan selamat dan membawa kenangan indah. Banyak sekali hal-hal dan inovasi baru menarik yang didapatkan selama KKL kali ini baik kunjungan di berbagai lembaga hingga wisata di Bromo. Semoga KKL tahun ini dapat menambah pengetahuan, keilmuan, wawasan mahasiswa dan dapat mengaplikasikan ilmunya diluar kampus, serta sebagai sarana proses pembelajaran mahasiswa guna merancang keberhasilan kedepannya setelah selesai didunia perkuliahan.

 

 

 

Oleh:

Ayu Rizkia Silviana (53040190027)



Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Progam Studi Bahasa dan Sastra Arab IAIN Salatiga 2021

 Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Progam Studi Bahasa dan Sastra Arab IAIN Salatiga 2021

Oleh Silvia Febrina Ningrum 

               Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora, Institut Agama Islam Negeri Salatiga pada hari Senin tanggal 04-07  Oktober 2021 telah melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dengan tujuan Kediri, Batu, Purbolinggo, Malang. Dalam kegiatan KKL ini diikuti oleh 43 Mahasiswa Program Studi Bahasa Dan Sastra Arab yang didampingi oleh 8  Dosen. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah pemahaman mahasiswa terkait materi-materi pembelajaran yang sebelumnya disampaikan dosen saat kuliah. Rombongan berangkat dari kampus 2 IAIN Salatiga sekitar pukul 06.00 WIB dengan tujuan ke Markaz Arabiyah pare (Kediri).Markaz Arabiyah terletak di Jl. Cempaka 32B, Tegalsari,Tulungrejo, Pare, Kediri. Berdiri sejak 2018 hingga sekarang. Sebagai pusat Pendidikan Bahasa arab berbasis multiple intelligences dari level dasar hingga mahir selain itu juga sudah terdaftar resmi di OIAA sebagai fasilitator pembinaan dan pemberangkatan ke Universitas Al-azhar, Cairo Mesir. Dan juga mendapatkan sertifikasi kemampuan Bahasa arab yang telah terakreditasi international melalui international University of Africa, Sudan. Sejarah berdirinya yaitu ketika Ustadz Miqdar Khoir mengajar di salah satu universitas dengan ritme pembelajaran yang sama dengan universitas lain, beliau merasa bosan. Dari situ beliau tertarik untuk mencoba  melakukan riset bagaimana mengajar di tempat kursus hingga saat itu beliau meminta izin kepada pihak pusat bahasa agar beliau diberikan waktu 1 bulan untuk malakukan observasi di Pare, saat itu Markaz Arabiyah belum ada. Akhirnya beliau bergabung di pusat bahasa yang lain yang berada di Pare, beliau mengobservasi terkait beberapa hal terkait strategi pembelajaran, metodologis, dll. dan sampai di lokasi pukul 09.30 WIB, kemudian sekitar pukul 11.30 WIB waktunya solat dan makan siang, baru setelah itu kembali melanjutkan perjalanan pukul 12.30 WIB perjalanan ke batu.

             Pada pukul 15.00 WIB rombongan sampai di KBIH Al Ikhlas Batu.Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) adalah sebuah lembaga organisasi yang berbadan hukum dan kedudukannya sebagai mitra kerja pemerintahan dalam melakukan pembinaan dan membimbing jamaah haji, dengan tujuan melaksanakan ibadah haji sesuai dengan syarat dan rukun haji, sehingga bisa menjadi haji yang mabrur, dimana haji merupakan salah satu ibadah yang wajib bagi umat muslim yang mampu menunaikannya. Organisasi KBIH merupakan sebuauh organisasi kesatuan yang terdiri dari sejumlah komponen saling berhubungan.  Tujuan selanjutnya pukul 18.00 rombongan Ishoma dan check in hotel batu Wonderland. Hari kedua rombongan sarapan pukul 07:00 WIB kemudian Check out untuk melanjutkan perjalanan KKL di RADAR BATU sekitar pukul 08:00. Disana kita dapat wawasan tentang bagaimana membuat suatu berita yang di terbitkan sebuah koran, cara bagimana memilih berita yang baik.  Pada pukul 12:00 rombongan solat dan makan siang kemudian dilanjutkan perjalanan KKL di penerbit Lisan Arabi. Menuju ke tempatnya dari parkiran mobil kita jalan kaki, sampai di tempat lokasi kita disambut dengan baik dengan adanya grup akustik , baru dilanjutkan pembukaan dan pemaparan materi , setelah itu juga ada tanya jawab , yang serunya lagi ada dorpres dan bazar buku.   Disana kita ada setelah itu pukul 16:00 WIB perjalanan ke Probolinggo dan makan makan baru setelah itu sekitar pukul 18:00 Check in hotel goya. Hari ke tiga rombongan bersiap-siap menuju Sukapura untuk oper Jeep pukul 01:00 dan sampai di wisata browo (sunrise, Penanjakan, kawah Bromo, bukit Teletubbies) sekitar pukul 02:00 disana udaranya sangat dingin dan perjalanannya sangat terjal. Tetapi sesampainya di wisata Bromo kita sudah di sapa oleh  pemandangan yang sangat memukau tidak lupa kita banyak menghabiskan waktu untuk menikmati keindahan alam dan berfoto foto.  rombongan Check out dari Bromo pukul 13:30 kemudian  pukul 14:00 Isoma dan dilanjutkan perjalanan ke Dewi Rengganis Purbolinggo untuk membeli oleh-oleh setelah itu lanjut lagi ke Pusat Kerajinan Kulit Tanggulangin. Sekitar pukul 23:00 rombongan kembali melanjutkan perjalanan pulang ke Salatiga dan sampai di kampus 2 IAIN Salatiga sekitar pukul 03:00 WIB dengan selamat dan membawa banyak kenangan manis.

Kegiatan Rutin Khotmil Qur'an Di Lingkungan Kampus 2 UIN Salatiga

Salatiga- Selasa pagi, tanggal 25 Febuari 2025, Masjid At-Thoyyar yang terletak di kampus 2 UIN Salatiga ramai dengan antusias mahasiswa un...