Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Monday, 13 December 2021

5 TIPS SEMANGAT BELAJAR BAHASA ARAB

 Oleh: Sulton Fajar Ayu Maulida Ma’rufa_BSA’20


Bahasa adalah Habits. Apa itu Habits? Habits adalah sesuatu yang kita kerjakan secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama hingga sesuatu aktivitas tersebut menjadi sebuah kebiasaan yang secara otomatis tanpa berpikir lama. Penguasaan sebuah bahasa baik pengucapan, penulisan atau pemahaman sangat dipengaruhi sengan habits itu. Kalau kita membiasakan diri berbahasa Arab dan itu dilakukan terus-menerus dalam waktu lama, Insyaa Allah kita akan mahir dalam berbahasa Arab. Disini penulis akan berikan 5 tips semangat belajar bahasa Arab untuk sobat-sobat BSA!

  1. Sebaiknya awali belajar dengan materi yang mendasar, yang mudah kita ingat, dan sering terlintas dipikiran kita. Seperti ungkapan sederhana, contohnya “Tahiyyah” atau greeting, disarankan untuk mempelajarinya melalui proses kemampuan mendengar, kemudian dilanjutkan dengan praktek berbicara-membaca dan yang terakhir adalah menulisnya.
  2. “Apakah mungkin belajar bahasa Arab sendiri tanpa adanya guru?”. Belajar mandiri merupakan faktor pendukung utama. Pada masa pandemi sekarang ini, kita tidak bisa jika hanya mengandalkan waktu tatap muka dengan guru. “Lalu bagaimana caranya belajar bahasa Arab secara mandiri?”. Dengan cara berkomitmen untuk konsisten dalam meluangkan waktu setiap hari. Bahasa Arab bisa dipelajari secara otodidak, didukung dengan berbagai perlengkapan belajar.
  3. Jika dalam mendengarkan bahasa Arab kita tidak bisa memahami kalimatnya, maka minimal yang harus kita lakukan adalah dengan menyimaknya. Menyimak dan terus menyimak secara rutin meskipun terdapat beberapa kata yang belum diketahui, karena dengan seringnya menyimak telinga kita akan familier dengan kata, kalimat, ataupun pola kalimat dalam bahasa Arab.
  4. Buatlah catatan kosa kata baru setiap hari. Tidak perlu banyak, minimal belajar dua kosa kata baru rutin setiap hari. Carilah kosa kata baru tersebut dalam laman sosial media, misalnya Twitter, Facebook, Instagram atau lainnya. Pastinya disana kalian akan menjumpai banyak laman berbahasa Arab dan bisa menyesuaikan dengan topik yang kalian minati.
  5. Gunakan sumber belajar yang ada didalam kelas sebagai media pembelajaran. Karena dengan adanya keterkaitan antara pembelajaran mandiri dengan pembalajaran diperkuliahan, hal itu dapat memudahkan para mahasiswa untuk menyerap materi diperkuliahan pada bab berikutnya.

Untuk mempelajari bahasa Arab kalian harus menerapkan sebuah prinsip “Pelajari yang mudah dan tinggalkan yang sulit untuk sementara waktu sembari melangkah ke level selanjutnya”. Tidak ada kesungguhan yang sia-sia, seperti halnya mahfudzot yang sering kita dengar جَدَ وَ جَدَّ مَنْ, “Barangsiapa bersungguh-sungguh, maka Ia akan dapat”. 



4 Teman Ini Akan Membantumu Menghadapi “Jungkir Balik” Dunia Perkuliahan

 Oleh: Abdul Mukti_BSA’19


Sebagai manusia normal yang tak pernah lepas dari manusia lain, apalagi sebagai mahasiswa, tentu sosok teman merupakan salah satu organ kehidupan yang cukup vital didunia perkampusan. Dalam menghadapi berjuta macam masalah dan drama dunia perkampusan, entah karena tugas kuliah yang menggunung, kantong kosong bikin bingung atau masalah hati yang membuat termenung, teman menjadi salah satu tempat pelarian yang kadang cukup untuk membantu menenangkan hati dan pikiran. Apalagi diusia-usia perkuliahan mahasiswa sering kali merasakan yang namanya Quarter Life Crisis, Overthinking,depresi, bingung akan masa depan, merasa tidak berguna dan sebagainya, semuanya begitu menyebalkan. Dan disitulah peran teman kadang sangat berperan untuk mengobatinya, sebagai teman curhat misalnya, atau sebagai tempat bertukar fikiran dan pemberi solusi dari sebuah permasalahan. 

Berkaitan dengan hal tersebut, ada 4 teman yang saya rekomendasikan untuk membantu mahasiswa berproses dalam dunia perkuliahan, siapakah dia?

1. Teman yang lebih atas darimu

Artinya teman yang lebih berpengalaman darimu, lebih pandai darimu, lebih, rajin darimu, lebih religius darimu, dan lain sebagainya. Temukan mereka yang bisa tulus berteman denganmu, dengan begitu kamu bisa mendapat motivasi dan menimba ilmu darinya. Dengan yang lebih tua, kamu bisa belajar tentang pengalaman darinya. Dengan yang lebih pandai, kamu bisa mendapat ilmu yang mereka ajarkan kepadamu serta motivasi untuk rajin belajar. Dengan yang lebih religius kamu bisa belajar ilmu agama darinya. Dengan yang lebih kaya, kamu bisa belajar dengannya bagaimana caranya berbisnis dan lain sebagainya. Tentu hal tersebut akan sangat membantu kehidupanmu dalam dunia perkuliahan.

2. Teman yang lebih bawah darimu

Artinya teman yang sedikit berada dibawahmu, entah itu dalam hal kecerdasan, finansial, kekuatan dan lain sebagainya. Mereka akan membantumu bagaimana cara mensyukuri hidup, menghargai apa yang dipunya atau merawat apa yang sudah ada. Dengan yang kurang pandai, kamu bisa berlatih untuk mengamalkan ilmumu, dengan yang keuangannya kurang, kamu bisa belajar ikhlas dengan sedekah, membantu serta membahagiakan orang lain. Dengan yang lebih lemah, kamu bisa membantunya dengan kekuatanmu, sehingga dengan begitu kamu bisa menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang lain.

3. Teman yang senasib denganm

Mereka yang senasib denganmu bisa merasakan apa yang kamu rasakan, sehingga bisa saling membantu, saling memberi dorongan dan semangat dalam menjalani kesulitan. 

4. Buku

Sebuah mahfudhat bahasa Arab mengatakan “ sebaik-baik teman duduk setiap waktu adalah buku” 

Buku merupakan teman yang paling setia, kamu bisa bercerita dengannya dalam bentuk tulisan tanpa khawatir buku akan menceritakannya dengan orang lain. Kecuali kalau bukunya pindah tangan, tetap saja itu bukan salah buku, itu salahmu menruh buku diary sembarangan. Dengan buku pula kamu bisa mendapatkan banyak wawasan dan pengetahuan.


Menjaga kesehatan mental agar tetap produktif saat kuliah daring

 Oleh: Restu Fajar Apriliant Efendi_BSA’20

Pandemi Covid 19 masih menjadi masalah serius yang dihadapi bangsa Indonesia. Hampir semua kegiatan pembelajaran dilakukan secara daring baik sekolah maupun kuliah. 

Kuliah daring emang bikin pusing. Banyak dari kita yang udah ngerasa capek dengan kondisi seperti ini. Belum lagi keadaan rumah yang tidak selalu kondusif saat kita kuliah. Ditambah dengan tugas kuliah yang menumpuk, rasanya stres menjadi makanan sehari-hari.

Hal ini tentu saja berdampak pada kesehatan mental dan produktivitas mahasiswa. Banyak mahasiswa yang merasa stres dan menurunkan produktivitas mereka. 

Meskipun demikian, kamu tetap bisa menjadi mahasiswa yang bebas stres dan tetap produktif di masa pandemi covid 19 meskipun kuliah daring.

Berikut ini beberapa tips yang bisa kamu lakukan supaya kesehatan mental tetap terjaga dan bisa tetap produktif saat kuliah daring.


1. Membiasakan pola hidup sehat

Pola hidup sehat sangat penting karena bukan hanya untuk melindungi diri dari penyakit, namun juga untuk menjaga kesehatan mental.


Mulailah dari mengatur jam tidur, perbanyak makan buah dan sayur, minum air putih yang cukup, berolahraga dan patuhi protokol kesehatan.

Kamu juga bisa mengurangi kebiasaan buruk seperti merokok, begadang dan mengkonsumsi minuman beralkohol.


2. Melakukan hobi

Lakukanlah kegiatan positif yang menurut kamu menyenangkan seperti melakukan hobi. Dengan melakukan hobi atau mencari hobi baru, kamu bisa mengisi waktu kosong saat kuliah daring dengan kegiatan yang bermanfaat dan menyenangkan.


Carilah hobi yang memungkinkan kamu untuk tetap stay at home namun tidak membuat kamu jenuh. Seperti menonton film, memelihara hewan, bermain game, dan masih banyak lagi.


Dengan melakukan hobi kamu bisa menjaga kesehatan mental agar tetap sehat dan produktif saat kuliah daring.


3. Mengasah minat dan bakat

Di sela sela kuliah daring, cobalah untuk mengasah kembali minat dan bakat kamu agar menjadi mahasiswa yang serba bisa untuk menunjang kehidupan kamu di masa depan.


Misalnya, bagi kamu yang hobi bermusik, cobalah latih dan kembangkan skill yang kamu punya untuk mengembangkan kemampuan yang kamu minati.


Caranya kamu bisa meng-upgrade skill dan kemampuan kamu dengan melihat konten tutorial melalui berbagai media seperti YouTube dan Tiktok


4. Mempelajari hal hal baru

Salah satu hal yang bisa kamu lakukan saat kuliah daring adalah mempelajari berbagai hal baru. Banyaknya waktu yang tersedia bisa kamu manfaatkan untuk mempelajari sesuatu yang baru dan bermanfaat.


5. Menghindari berita negatif

Banyaknya berita negatif yang muncul di sosmed membuat kamu menjadi stres dan cemas. Oleh karena itu, hindarilah berita negatif yang membuat kekhawatiran dengan cara memfilter semua informasi yang kamu lihat dan kamu dengar.


Jangan lupa untuk selalu teliti dalam menyebarkan informasi. Cek kebenaran berita yang kamu dapatkan agar tidak mudah terkena hoax.


6. Lakukanlah meditasi

Meditasi dipercaya dapat mengatasi stres dan memperbaiki masalah mental. Dengan teknik meditasi mindfullness kamu bisa mengurangi rasa gelisah dan mengembalikan mood.


Dalam Islam, meditasi yang dianjurkan adalah dengan cara berdzikir. Dengan berdzikir, kita dapat menjaga kesehatan mental sekaligus mendekatkan diri kepada-Nya.



Nah, kamu mau mulai dari mana nih?


Peran Millenial Jadikan Jurnal di Era Pandemi “ Millenial Produktif “

 Oleh : Alyf Fia Ayu Meyranti_BSA'20

Sering kita dengar sebutan millenial oleh masyarakat luas .Istilah millenial bermula diciptakan dan dipopulerkan oleh dua pakar sejarah dan penulis Amerika William Strauss dan Neil Howe pada tahun 1991, yang ditulis dalam buku-buku mereka Generations. Semenjak itu istilah generasi millenial akrab terdengar. Seperti apakah seorang millenial itu? Dan apakah kalian termasuk generasi millenial? 

Generasi millenial merupakan generasi yang unik dari generasi sebelumnya. Generasi millenial ini memiliki karakter unik berdasarkan wilayah dan kondisi sosial-ekonominya. Pasti kita pun sudah kenal dengan ciri generasi millenial, yaitu sangat bersahabat dengan komunikasi, media, dan teknologi digital. Karena generasi millenial ini di besarkan oleh teknologi, maka membuat generasi ini memiliki ciri-ciri kreatif, informatif, mempunyai passion dan produktif. Generasi millenial ini selalu melibatkan teknologi pada seluruh aspek kehidupannya, contohnya generasi millenial lebih memilih untuk menggunakan smartphone untuk segala aspek. Jika kita sandingkan serta kita hubungkan dengan kondisi saat ini pastilah para milenial memiliki peranan sangat penting.

Berawal dari Penerapan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar sampai dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat sudah yang di terapkan belakangan ini ,sehingga dapat memicu para generasi millenial untuk memajukan perannya.Caranya,dengan menyebarluaskan kegiatan mereka seluas-luasnya sebagai dukungan ikut mencegah merebaknya virus tersebut.Salah satunya dapat dibentuk dengan membuat jurnal kegiatan menjadi millenial yang aktif serta produktif di era pandemi.

Bukan hanya peran,sebelum membahas lebih lanjut ,kita akan sedikit membahas seputar tantangan generasi millenial saat ini.

Apa sajakah tantangan tersebut?

Pertama ,mengenai penguasaan teknologi yang begitu masif, teknologi yang yang terjadi lebih cepat dengan adanya masa pandemi menjadi tantangan khusus bagi para millenial.

Terkait tentang status sebagai pelajar mulai dari tingkat SD hingga Mahasiswa ,paling tidak pelajar mampu memanfaatkan setiap teknologi yang tersedia untuk kebutuhan pendidikan dan kehidupannya.

Pelajar perlu mempelajari dan mencari titik lemah dari teknologi yang dikuasainya untuk kemudian memberikan kesempurnaan melalui upaya kreatif penemuan yang dilakukannya.

Memanfaatkan teknologi yang sudah ada, menemukan kelemahan dan mencari solusi dari kelemahan yang ditemukan tersebut .

Kedua ,menegenai dunia kerja serta kompetensi diri .

Dari beberapa penelitian mengenai generasi millenial ,kompetensi dan dunia kerja menjadi tantangan penting bagi generasi ini.

Sebagai pelajar ,dunia kerjanya adalah mengerjakan serta menyelesaikan tugas yang diberikan oleh atasannya yakni “guru” .Ibarat dalam pekerja kantor ,pelajar berperan sebagai staff yang disiplin menerima tugas dari atasan. Dengan keseriusan, ketekunan, maka atasan akan luluh dan menaikkan jabatan ,sama seperti halnya seorang pelajar.Jika ia rajin, disiplin mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru ataupun dosen ,maka akan memperoleh nilai atau hasil yang sesuai dengan pekerjaan yang ia kerjakan.

Tidak hanya itu ,kompetensi juga sangat dibutuhkan khususnya bagi millenial seorang pelajar.Dalam hal ini ,khususnya pelajar millenial perlu meningkatkan hal – hal berikut:

  1. Meningkatkan skill bakat kekinian ,seperti kemampuan public speaking ,kemampuan berpikir kreatif yang menghasilkan berbagai karya ,pola pikir kritis ,sikap oppeness dan open minded ,leadership, dan lain – lain.
  2. Meningkatkan kompetensi pribadi melalui pendidikan yang berkualitas baik pendidikan formal maupun nonformal. 

Itulah tantangan yang harus diketahui oleh setiap generasi milenial khususnya bagi kalangan pelajar. 

Banyak yang bisa dilakukan oleh para pemuda-pemudi generasi milenial zaman Now, gerakan ini banyak muncul dari inisiatif para anak muda untuk berperan dalam membantu pemerintah, perannya pun beragam.Bisa kita jadikan pada kolom jurnal dalam kegiatan sehari – hari. 

Berawal dari merubah mindset ,bukan hanya berperan sebagai konsumen, akan tetapi mengembangkan setiap ide kreatif yang ia punya.

Misal ,kita membuat kolom jurnal .Kolom pertama kita isi dengan kebutuhan dan keinginan. Bagaimana cara kita membedakan antara kebutuhan dan keinginan ?

Mudahnya, keinginan kalau ditunda tidak ada dampak signifikan pada diri kita. Sedangkan kebutuhan kalau ditunda akan berdampak pada kehidupan sehari-hari.

Kolom kedua kita isi dengan hal berhubungan dengan “ Pandai dalam mengatur waktu “ antara kegiatan belajar ,kegiatan ibadah ,serta aktivitas lainnya.

Kolom ketiga kita isi dengan menggunakan media sosial dengan baik dan benar ,seperti hal nya akun media sosial kita isi dengan mem-posting kegiatan yang berhubungan dengan upaya mencegah adanya pandemi covid-19.Seperti menghindari budaya nongkrong di tempat keramaian, menjaga jarak, tidak melakukan kontak fisik ketika bertemu atau berkenalan, menggunakan masker ketika keluar rumah. Selain itu, rajin mencuci tangan dengan sabun selama 20 detik, mengkonsumsi makanan bergizi dan multivitamin, serta rajin berolahraga untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Yang terpenting, jika tidak ada urusan mendesak untuk keluar rumah, lebih baik berdiam diri dengan tetap #DirumahAja.

Memang akktivitas tersebut terlihat sepele tetapi dapat memberikan influence kepada orang lain untuk melakukan hal yang sama.

Masih banyak lagi peran millenial produktif yang akan disematkan dalam kolom jurnal di era pandemi.

Diharapkan para millenial dapat melakukan hal positif lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia agar terus kuat dan menjaga komunikasi yang baik, serta tetap bekerja sama melawan dan mengurangi penyebaran Covid-19 di Indonesia.


Monday, 18 October 2021

Mengisi Waktu Luang Di Akhir Pekan, HMPS BSA Gelar Pelatihan Kepenulisan Karya Tulis Ilmiah

Sesi foto bersama melalui google meet di akhir pelatihan

Red : Ni’mtul Muna dan Ervina Desi Anggraeni

SALATIGA – HMPS Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora (FUADAH) IAIN Salatiga menggelar pelatihan kepenulisan karya tulis ilmiah dengan tema “Tata Cara Membuat Makalah Yang Baik Dan Benar”, Sabtu (25/09/2021). Dilaksanakan secara online via Google Meet yang dihadiri kurang lebih 40 peserta dari mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab angkatan 2020 dan 2021. Pelatihan ini menghadirkan pemateri dari alumni jurusan Bahasa dan Sastra Arab yaitu Emma Asyirotul Ummami, S. Hum. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan mahasiswa BSA angkatan 2020 dan 2021 dapat menambah kompetensi pengetahuan penulisan karya ilmiah khususnya dalam membuat makalah. 

Webinar ini diawali dengan pemaparan materi dari kak Emma mengenai pengertian makalah dan kerangka makalah. “Jika ingin membuat makalah, kita harus benar-benar paham dulu dengan tema atau materi apa yang akan kita bahas” jelasnya. Pembahasan berlanjut dengan menjelaskan setiap bagian dari kerangka makalah, misalnya seperti bagian latar belakang harus berisi alasan mengapa kita memilih topik tersebut agar membuat pembaca penasaran dan ingin tahu, menulis latar belakang semenarik mungkin dan pembahasan harus nyambung setiap bab maupun paragraf. Selain membahas tentang bab pembahasan dan kesimpulan, beliau juga menjelaskan tentang cara membuat daftar pustaka  yang bersumber dari buku, jurnal, artikel maupun dari youtube

Setelah memaparkan materi, kak Emma juga memberikan tips-tips untuk membuat makalah. “Kalau mau membuat makalah kita harus banyak membaca referensi baik itu dari artikel, buku, jurnal atau yang lainnya, setelah membaca kita tulis makalah dengan bahasa kita sendiri. Boleh meniru tetapi kita harus memodifikasi dari pemikiran kita sendiri” ujarnya.  Webinar ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang dapat menambah pengetahuan tentang membuat makalah yang baik dan benar.

Monday, 6 September 2021

BSA IAIN Salatiga Gelar Webinar Nasional Bahasa dan Sastra Arab Untuk Milenial

BSA IAIN Salatiga Gelar Webinar Nasional Bahasa dan Sastra Arab Untuk Milenial

Oleh : Dede Leni Mardianti, Ni’matul Muna dan Abdul Mukti
 SALATIGA - Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUADAH) IAIN Salatiga menggelar webinar nasional sastra yang bertajuk “Urgensi Meningkatkan Minat Generasi Milenial Terhadap Literasi Sastra Arab” pada 4 September 2021. Dengan tema tersebut diharapkan dapat meningkatkan kecintaan dan peminatan para generasi milenial terutama mahasiswa terhadap literasi Bahasa Arab maupun Indonesia. Seminar ini menghadirkan 2 pembicara antara lain Prof. Dr. Nurul Murtadho, M.Pd. (Pakar Linguistik Terapan Universitas Negeri Malang) dan Khilma Anis (Penulis Novel “Hati Suhita” dan “Wigati”). Seminar ini dilaksanakan secara online via Zoom meeting dengan peserta webinar lebih dari 300 peserta.
 Webinar ini dibuka dengan sambutan dari Wakil Dekan I FUADAH, Dr. Supardi, S.Ag., M.A. Beliau berharap dengan adanya webinar ini dapat membangkitkan dan memotivasi milenial untuk ikut berkontribusi mengembangkan literasi dan menghidupkan kembali sastra Arab di Indonesia.
 Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi yang dipandu oleh Agna Hawari sebagai moderator. Di sesi pertama, Prof. Dr. Nurul Murtadho memaparkan terkait tahapan-tahapan pembelajaran bahasa dan sastra Arab. Beliau merupakan seorang dosen dan pakar linguistik Arab dari Universitas Negeri Malang. Beliau memiliki beberapa karya yang telah dibukukan. Salah satu karyanya adalah buku yang berjudul "Metafora dalam Al-Qur'an" dan "Bahasa Arab Jurnalistik". Dalam webinar ini beliau menyampaikan banyak hal mengenai Ilmu Bahasa Arab. Salah satu tips dari beliau supaya bisa berbahasa Arab khususnya untuk mahasiswa adalah dengan menabung kosakata bahasa arab sebanyak 500 kosakata persemester guna menunjang keterampilan mahasiswa dalam berbahasa arab baik dalam hal menulis, membaca atau berbicara bahasa Arab. 
 Menurut beliau untuk meningkatkan minat dan menarik para milenial mempelajari bahasa Arab adalah dengan mengubah metode pembelajaran lama dengan metode baru yang lebih fresh, salah satu contohnya mengenalkan kosa kata dengan menggunakan kartu dan gambar. 
 “Untuk meningkatkan pembelajaran bahasa Arab, pendidikan harus dimulai dari sedini mungkin. Maka kemudian menyusun kurikulum target jumlah kosa kata yang harus dikuasai menjadi sangat penting. Contohnya pada tingkat Madrasah Ibtidaiyyah (MI) kita target 300 kosa kata, Madrasah Tsanawiyyah (MTS) 450 kosa kata, Madrasah Aliyyah (MA)750 kata, dan tingkat perkuliahan 3500 kosa kata” paparnya rinci. 
 Kemudian, materi kedua disampaikan oleh Khilma Anis seorang penulis novel best seller “Hati Suhita” dan “Wigati”. Penjelasannya dibuka dengan mengutip salah satu nasihat Jawa dari Semar “Ojo mati tanpo aran” (jangan mati tanpa nama). Merupakan salah satu kutipan yang disampaikan oleh Khilma Anis dengan maksud supaya sebagai manusia janganlah mati tanpa meninggalkan atau menghasilkan karya, karena dengan dengan karya tersebut kita akan diketahui dan dikenal oleh generasi masa depan. Kutipan tersebut merupakan nasihat dan pengobar semangat kepada milenial untuk terus berkarya terutama dalam hal kepenulisan. Ungkapan ini memiliki arti mendalam yaitu jangan mati tanpa meninggalkan nama. Nasihat ini membuka penyampaian mengenai betapa pentingnya menulis apalagi di era digital seperti ini. Menurutnya, ke depan nanti segala aktivitas, gagasan, dan pola pikir tidak bisa hanya disampaikan dengan jangkauan suara saja melainkan membutuhkan keahlian menulis.   
Pesannya kepada santri dan generasi milenial adalah Gusjigang (Bagus, Ngaji, dagang). Sebuah pesan singkat yang mempunyai makna bahwa santri dan generasi milenial haruslah memiliki akhlak yang bagus dan baik, senantiasa mengaji dan mencari ilmu kapanpun dan dimanapun. Karena mencari ilmu sejatinya tidak memandang usia dan waktu, serta berdagang sebagai wujud usaha manusia untuk menjadi pribadi yang mandiri dan tidak terus-menerus bergantung kepada orang lain. 
 Selain membahas pentingnya menulis, Khilma Anis juga menyampaikan pendapatnya terkait problem minat baca yang menurun di Indonesia saat ini. “Jangan terpengaruh oleh isu minat baca yang menurun, tidak terlalu penting banyak tidaknya orang membaca. Yang terpenting adalah sekecil apapun itu kita harus ikut berkontribusi dalam mengembangkan dunia literasi, meskipun itu hanya dengan menulis puisi, pantun ataupun cerpen” tegasnya lugas.  
 Terakhir, beliau membagikan beberapa tips menulis, yaitu;
Niat, apapun yang anda lakukan itu berangkat dari niat;
Mencintai diri sendiri, sederhana tapi sangat penting karna ketika kita sudah mencintai diri sendiri maka kita akan tahu apa yang akan menjadi minat kita dan apa yang menjadi kecintaan kita;
Memperbanyak membaca dan diskusi;
Bergabung dengan komunitas yang positif;
Tokoh idola, karna dengan kita memiliki tokoh idola yang menginspirasi maka dia akan menuntun kita untuk menjadi penulis yang berkarakter;
Menggunakan sosial media dengan bijak;
Keluar dari zona nyaman, keluarlah dari zona nyaman dan mulai hal yang baru, karena siapa yang memulai lebih awal maka akan sampai lebih awal juga.
  Acara webinar yang dihadiri oleh kurang lebih 300 peserta ini bertambah semarak dengan sesi tanya jawab yang semakin menunjukan rasa cinta dan semangat dikalangan milenial untuk belajar ikut berkontribusi mengembangkan literasi dan mengenal serta mempelajari lebih dalam lagi bahasa dan sastra Arab.
"Tulisan yang baik adalah tulisan yang selesai, bukan tulisan yang panjang, tebal atau tulisan dengan bahasa yang menggebu. Tulisan yang bagus adalah tulisan yang selesai" ujarnya sebagai penutup.

Thursday, 30 April 2020

Gali Potensi Diri di Tengah Pandemi

Sumber : id.techinasia.com

Nggak kerasa, ya pemberlakuan #dirumahaja dari pemerintah udah hampir menginjak bulan ke-dua. Selama ini kamu udah ngapain aja? Ngerjain tugas yang nggak ada habisnya kah? Beres-beres rumah sampe tepar kah? Nonton film, nge-game, baca buku, atau sekadar bengong kah? Atau ada nih yang yang udah khatam Al-Qur’an lebih dari satu kali? Maasya Allah, kayak gini nih yang mustinya bikin iri kita-kita semua.

Tapi selain kegiatan-kegiatan di atas, ternyata ada lho yang memanfaatkan masa WFH (Work From Home) atau masa karantina ini dengan bikin karya dan lebih produktif meski hanya dari online! Ya, kamu nggak salah baca. Justru di zaman milenial ini kita banyak dimudahkan oleh teknologi untuk terus bergerak, untuk terus ubet agar tetap bisa ngliwet. Hehehe.

Kamu sangat bisa untuk menggali potensi diri di tengah pandemi kayak gini. Caranya gimana? Nah, berikut beberapa kegiatan selama #dirumahaja yang bisa kamu cobain untuk menggali potensi dirimu, dan udah terbukti nyata bisa menghasilkan. Jadi, nggak sekadar membuat waktumu hilang percuma, loh. Simak terus uraian di bawah ya!

1. Jualan Online
Kamu pasti udah nggak asing banget kan, sama kegiatan satu ini? Kayaknya sih, orang-orang yang semula belum melek sama dunia online, sekarang berbondong-bondong mengisi sosial media, story WA dan WA grub dengan jualan. Bahkan mungkin, pelakunya nggak jauh-jauh amat kayak temen-temen kamu sendiri misalnya. Biasanya, gimana sih perasaan kamu kalau setiap lihat story temen yang jualan tiap hari di story WA? Kesel? Mangkel? Sebel? Wkwkwk. Jangan ya. Tahu nggak sih, mereka ngelakuin itu tuh untuk survive di tengah pandemi covid-19 ini. Mereka inilah orang-orang yang mau ubet agar tetap bisa ngliwet. Jadi, jangan sirik, ya. Kalaupun kamu nggak berminat beli, yaudah jangan dicaci, apalagi dihujat. Misalnya kamu nggak suka kan masih ada tuh tombol buat sembunyiin storynya. Beres, kan?

2. Pekerja Lepas (Freelance)
Untuk poin kedua ini, kamu juga pasti udah sering denger, kan? Ini tuh bukan yang kayak orang-orang kantoran terus dirumahkan dan kerjanya dari rumah, ya. Karena ini murni pekerjaan yang bisa dikerjakan secara online. Buat kamu yang masih bingung, banyak kok referensi di internet kayak website pencari kerja yang membutuhkan para pekerja lepas. Coba tengok Sribulancer, Project.co.id, Frelancer.com, Fiver.com, dan banyak lagi. Kamu bisa tuh belajar mengasah soft skill dengan bekerja menjadi pekerja lepas. Selain nantinya kamu akan bisa mendapatkan cuan, kamu juga bisa mendapatkan pengalaman baru, yang bisa jadi berguna buat ditulis di curicculum vitae-mu nanti. Terus, apa aja sih profesi yang dibutuhkan buat bisa kerja online? Banyak loh say! Contohnya nih kayak admin online, customer service online, desainer, banyak deh.

3. Jadi Penulis
Nah, ini nih poin yang paling aku suka. Kenapa dibikin poin sendiri, kak? Kenapa nggak sekalian diikutkan ke poin kedua? Karena jawabannya, nulis itu adalah soft skill yang sangat kompleks. Maksudnya apa? Jadi, kalau misalnya kamu punya kemampuan untuk mengolah kata, maka kamu akan bisa menciptakan apa saja dari kata-kata tersebut. Dunia tulis menulis itu luas loh! Ada namanya genre atau jenis dalam tulisan. Ada yang fiksi sama non-fiksi. Nah, dari dua pembagian itu, bisa dijabarkan secara lebih luas lagi, nih. Kalau fiksi tuh kebanyakan kita langsung mikir tentang hal-hal yang sifatnya halu, kayak novel, puisi, cerpen, roman, prosa dan lain sebagainya. Trus kalau non-fiksi, kak? Banyak banget malah jenis tulisan yang bisa dihasilkan dari menulis non fiksi. Salah satunya ya tulisan ini. Salah lainnya kayak artikel/jurnal ilmiah, berita, content writing, content marketing, tutorial, dan banyak lagi. Dari semua pembagian ini pun masih ada banyak banget cabang-cabang di bawahnya lagi. (Mungkin lain kali bisa dibahas yaa).

Menariknya lagi, kemampuan menulis ini bisa kamu pelajari dengan terus berlatih setiap harinya. Cara melatihnya gimana kak? Ya terus menulis. Kalau awalnya nggak bisa nulis gimana kak? Kasih nutrisi ke otakmu dengan membaca dulu. Tapi, pastikan kamu udah tahu jalanmu mau ke mana, ya. Karena genre tulisan antara fiksi dan non fiksi itu berbeda sama sekali, kamu jadi harus bener-bener matengin dulu nih, otak kamu mau dipakai mikir buat tulisan bergenre apa. Oh ya, profesi di dunia tulis menulis ini juga banyak banget loh! Dan pastinya, kegiatan ini sangat bisa kamu kerjakan secara online, cocok lah sama anjuran pemerintah buat #dirumahaja.

Mungkin itu dulu, kegiatan selama #dirumahaja yang bisa kamu cobain untuk menggali potensi diri di tengah pandemi kayak gini. Jadi, ibaratnya kesempatan waktu luang yang kamu punyai sekarang ini jadi nggak sia-sia. Sip? Gimana, kamu tertarik untuk mencoba yang mana?

Friday, 17 May 2019

Refleksi : The Feminine God, Percepatan Untuk Kembali Fitrah di Bulan Ramadhan



Oleh : Risma Ariesta

Mahasiswi Bahasa dan Sastra Arab, Semester 2
                                                                    IAIN Salatiga                      

Syekh Muhyiddin bin ‘Arabi pernah mengatakan kepada muridnya, “Jika kalian ingin memotong jalan menuju Tuhan, terlebih dahulu kalian harus menjadi perempuan.”

Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A, beliau mengutip perkataan salah satu ulama seperti yang tertulis di atas. Hal tersebut memiliki landasan, dimana unsur kelelakian merepresentasikan sifat The Masculine God, atau Al-Jalal (keagungan, kehebatan, kesombongan). Namun dalam bulan suci Ramadhan yang disebut juga sebagai bulan cinta (Syahr Alhubb), Tuhan lebih banyak memperkenalkan diri-Nya sebagai The Femine God yang merepresentasikan sisi Al-Jamal (kecantikan, kebagusan, keelokan).

Jika ditelaah secara lebih mendalam, The Feminine God bisa direpresentasikan sebagai pancaran dari sifat-sifat Tuhan yang Maha Pemurah, Penyayang, Pengasih, Mulia, Lemah Lembut, dan lain sebagainya. Adapun sifat lemah lembut yang identik dengan perempuan di sini, menggambarkan betapa pemurahnya Tuhan pada para hamba-Nya, khususnya pada momentum bulan Ramadhan seperti ini. Bahkan bisa dikatakan, Tuhan sedang obral pahala sebanyak-panyaknya di bulan mulia ini. Setiap kebaikan, setiap sedekah dilipatgandakan sebanyak 700 kali bahkan sampai tak hingga, sesuai dengan kehendak-Nya.

Bulan suci Ramadhan adalah saat paling tepat untuk setiap hamba kembali mereguk nikmatnya iman dalam hati. Meskipun begitu, bukan berarti pada bulan-bulan selain Ramadhan seorang hamba tidak diperkenankan untuk kembali dan bertaubat kepada Allah. Melainkan, kesempatan penerimaan taubat amat besar Tuhan curahkan pada bulan suci Ramadhan ini. Masa paling tepat untuk berlomba-loba dalam kebaikan, sebanyak mungkin, sesering mungkin, meski harus sampai pada titik darah penghabisan.

Tapi kenapa kita dianjurkan untuk totalitas di bulan suci ini? Jawabannya, karena pada bulan Ramadhan inilah Allah memberikan seluruh cinta-Nya kepada para hamba, melipatgandakan pahala dari amalan-amalan yang dilakukan oleh para hamba sesuai kehendak-Nya, bahkan tanpa kita ketahui.

Oleh karena itu, kesempatan sebesar ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk beribadah dan taqarrub kepada Allah SWT. Jika setiap hembusan nafas saja dihitung ibadah, lantas bagaimana dengan perbuatan ibadah itu sendiri? Bagaimana dengan niat kita tulus bersedekah serta membantu orang lain? Bukankah akan lebih banyak nilai serta pahalanya di sisi Allah?

Mungkin saat ini, kita bisa dibilang sebagai hamba yang tak tahu diri. Dimana, banyak sekali dosa yang telah kita perbuat dalam 11 bulan lamanya, sedangkan hanya ada satu bulan paling mulia yang Allah sediakan agar semua itu lebur oleh pertaubatan serta kesungguhan kita dalam merengkuh cinta-Nya. Ramadhan yang hanya satu bulan dengan 29 sampai 30 hari di dalamnya, berusaha mengajarkan kepada kita tentang efektifitas waktu yang harus senantiasa kita gunakan dan manfaatkan sebaik mungkin.

Jadi, akan lebih mudah bagi kita untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui metode The Feminine God. Dimana, seorang hamba harus senantiasa lebih banyak mengucap syukur atas setiap rahmat dan nikmat Tuhan atasnya. Ber-taqarrub atas dasar cinta kepada Tuhan, untuk mencapai percepatan kembali fitrah dalam tataran sebagai seorang hamba.


Wednesday, 24 April 2019

Mahasiswa BSA IAIN Salatiga Meraih Juara 3 Lomba Futsal dalam Acara Konsolidasi dan Turnamen Futsal DPW III ITHLA


Dok. Pribadi 
Konsolidasi mahasiswa bahasa Arab se-Jateng dan DIY merupakan salah satu kegiatan yang diadakan oleh Dewan Pimpinan Wilayah III Ithla. Kegiatan ini bertujuan sebagai ajang silaturahmi dan penyelarasan proker HMJ/HMPS PBA dan BSA se-Jateng dan DIY. Tahun ini sebagai tahun perdana dilaksanakan kegiatan tersebut dan akan berlanjut di tahun-tahun berikutnya. Pada tahun perdana ini, dilaksanakan di IAIN Surakarta dan berlangsung selama dua hari yaitu tanggal 12-13 April 2019. Rangkaian kegiatan berupa pertandingan futsal antar instansi dan konsolidasi mahasiswa, yang mana konsolidasi ini berupa pemaparan dan penyelarasan proker dari setiap instansi se-Jateng dan DIY. Untuk pertandingan futsal diikuti oleh beberapa instansi, seperti IAIN Salatiga, IAIN Surakarta, UIN Walisongo Semarang, UIN Sunan Kalijaga, UNSIQ Wonosobo, IAIN Pekalongan, UNNES, UGM, IPMAFA Pati dan IAIN Kudus. Untuk konsolidasi diikuti oleh semua peserta futsal ditambah dari IAIN Purwokerto dan STAISPA Yogyakarta.
Dok. Pribadi
Kegiatan berlangsung sangat meriah dan lancar. Begitu juga dengan pertandingan futsal yang mana dari peserta mengikuti pertandingan dengan antusias. Keantusiasan dan keceriaan juga terlihat dari wajah penonton yang melihat langsung pertandingan dari awal sampai akhir. Pertandingan dimulai pukul 08.00 pagi dan berakhir sore hari. Pertandingan dimenangkan oleh UNSIQ sebagai juara pertama dan UGM sebagai juara kedua, dan untuk juara ketiga dimenangkan oleh BSA IAIN Salatiga. Setelah pertandingan futsal selesai, malam harinya diadakan konsolidasi antar instansi untuk pemaparan dan penyelarasan program kerja HMJ/HMPS. Acara konsolidasi ini melibatkan beberapa instansi dibawah naungan Dewan Pimpinan Wilayah III Ithla. Konsolidasi dimulai pukul 19.00 WIB dan berlangsung sampai hampir larut malam. Konsolidasi berlangsung dengan lancar dan semua peserta dapat mengikutinya dengan antusias. Di hari kedua kegiatan, tidak ada acara selain penutupan kegiatan. Penutupan kegiatan diadakan di pagi harinya dan setelah itu semua peserta meninggalkan tempat kegiatan untuk kembali ke masing-masing instansi. Semua peserta dari beberapa instansi kembali dengan rasa bangga juga bahagia, karena mereka mendapatkan pengalaman, ilmu, dan juga teman dari instansi yang berbeda.

Oleh : Trimo Wati 


Monday, 8 April 2019

Refleksi : Ilaika – Sya’ir Menyayat Hati, Penyembuh Jiwa

Malam ini hening, tiba-tiba saja kedua mataku membasah karena sesuatu. Padahal, kupikir tak ada sesuatu yang menyedihkan, atau hal-hal aneh yang kurasakan. Aku tidak sedang putus cinta atau bertengkar dengan temanku, atau mendapat nilai buruk di salah satu mata kuliah. Tidak. Kupikir aku tak memiliki masalah cukup serius hingga membuatku menangis. Tapi entah kenapa, aku menangis! Seolah sesuatu entah apa mengaduk-aduk emosiku, sehingga membuat air mata di kedua mata ini mengalir dengan derasnya.

Lama aku mencari penyebab apa yang membuatku jadi seperti ini.  Sebenarnya aku kenapa? Lantas, aku teringat pada sya’ir bahasa Arab yang kini mengalun pelan di telinga hingga memenuhi kepalaku. Melalui headset yang kini terpasang, didukung oleh heningnya malam dan dinginnya suasana, semakin aku menikmati suara merdu pelantunnya, semakin aku menangis. Padahal, sejauh ini aku bahkan tak mengerti apa makna dari sya’ir tersebut. Tidak pula tahu siapa penyanyinya. Tapi yang jelas, sya’ir ini berjudul “Ilaika” karya Imam Syafi’I yang kuunduh beberapa bulan lalu.

Walaupun tercatat sebagai mahasiswa Sastra Arab di salah satu universitas Islam di Salatiga, aku belum juga memahami bahasa Arab secara utuh dan mendalam. Kupikir aku tersesat masuk ke jurusan ini. Namun di sisi lain, aku percaya bahwa tentu saja ada campur tangan Tuhan yang menginginkan suatu kebaikan untukku nantinya.
Namun demikian, siapa yang tidak mengenal Imam Syafi’i? Kurasa semua orang yang memeluk agama Islam bahkan mungkin yang tidak pun, mengenal beliau sebagai ulama madzhab terkemuka, khususnya di Indonesia. Samudera keilmuannya sangat luas, akhlaqnya luar biasa, namun rendah hati serta tawadhu’nya kepada Allah juga tak kalah mengagumkan. Adalah  "أِليك"salah satu sya’ir yang sekaligus menjadi wasiat terakhir beliau. Pada akhirnya, aku baru sadar bahwa sya’ir inilah yang membuat malamku basah karena air mata.

Siapa yang tidak menangis tersedu ketika membaca, apalagi meresapi secara mendalam makna sya’ir yang dituliskan oleh Imam Syafi’I tersebut? Bahkan, secara pribadi aku tidak kuat jika harus membacanya berkali-kali. Selain bait-baitnya sangat menampar, justru hal tersebut membuat air mata tak hentinya menetes, menangisi dosa-dosa yang selama ini dilakukan.
Berikut kutipan terjemahan sya’ir sekaligus wasiat terakhir Imam Syafi’I, yang penulis nukil dari berbagai sumber.



Diriwayatkan dari Imam al-Muzanniy (murid terdekat Imam asy-Syafi’i), dia bertutur: “Aku membesuk asy-Syafi’I ketika beliau ditimpa sakit yang mengantarkannya pada ajal. Aku pun berkata padanya: ‘Bagaimana keadaanmu wahai guru?’

Beliau menjawab: ‘Keadaanku layaknya seseorang yang akan pergi meninggalkan dunia, yang segera akan berpisah dengan saudara, yang sejenak lagi akan meneguk gelas kematian, yang akan bertemu dengan buruknya amalku, yang akan menghadap Allah. Aku tak tahu, apakah ruhku akan terbang melayang menuju surga, hingga aku pantas mengucapkan selamat padanya, ataukah akan terlempar ke neraka, hingga aku berbelasungkawa atasnya (dengan harapan akan ampunan-Nya)’. Kemudian beliau menengadahkan wajah ke langit, seraya bersenandung:
أِلَيْكَ
Kepada-Mu

أِليك أِله الخلق أرفع رغبتي
Kepada-Mu Tuhan sekalian makhluk, ku persembahkan rintihan harapanku
وأن كنتُ يا ذا المن والجودمجرما
Sekalipun aku seorang yang berdosa, wahai yang Maha pemberi dan Maha Pemurah
ولماقساقلبي وضاقت مذاهبي
Bilamana keras hatiku dan terasa sempit perjalananku
جعلت الرجامني لعفوك سلما
Kujadikan harapanku sebagai jalan untuk mengharapkan keampunan-Mu
فمازلتَ ذاعفوعن الذنب لم تزل
Engkau selalu member ampunan bagi dosaku yang tak henti-hentinya kulakukan
تجودوتعفومنة وتكرما
Kau berikan karunia-Mu dan ampunan-Mu sebagai anugerah dan kemuliaan
ألست الذي ربيتني وهديتني
Bukankah Engkau yang memelihara serta member petunjuk kepadaku
ولازلت مناناعليّ ومنعما
Dan selalu memberikan anugerah dan nikmat kepadaku
عسى علام الأِحسان يغفرزلتي
Semoga Dzat yang menguasai kebaikan mengampunkan kesalahanku
ويسترأوزاري وماقدتقدما
Dan menutup dosa-dosaku serta setiap perkara yang telah lalu
فأِن تعف عني تعف عن متمرد
Sekiranya Engkau ampunkan aku, Engkau ampunkan orang yang durhaka
ظلوم غشوم لايزايل مأتما
Kezaliman, penganiayaan yang tak akan terhapus di hari berhimpun kesedihan
وأِن تنتقم مني فلست بايس
Namun jika Engkau membalas siksa terhadapku, aku tidak akan berputus asa
ولوأدخلوانفسي بجرم جهنما
Sekalipun dosa-dosaku itu akan memasukkan diriku ke dalam neraka
فصيحاأِذاماكان في ذكرربه
Dia adalah seorang yang fasih ketika menyebut dan mengingati Rabbnya
وفيماسواه في الورى كان أعجما
Dan bilamana dia bersama selain Tuhannya di dunia ini dia membisu
يقول: حببي أنت سؤلي و بغيتي
Dia (Rasulullah SAW) berkata: Kekasihku, Engkaulah tempatku meminta dan berharap
كفى بك للراجين سؤلاومغنما
Cukuplah Engkau bagi yang berharap sebagai tempat bergantung dan memohon
أصون ودادي أن يدنسه الهوى
Kupelihara kasihku yang dicemari nafsu
وأحفظ عهدالحب أن يتثلما
Dan kujaga kasih yang telah tercalar (rusak)
ففي يقظتي شوقاوفي غفوتي منى
Di saat ku terjaga, aku rindu dan di saat ku terlelap, aku berharap
تلاحق خطوي نشوة وترنما
Mengiringi langkahku dengan penuh semangat dan berulang-ulang
فجرمي عظيم من قديم وحادت
Sesungguhnya dosaku adalah besar sejak dulu dan kini
وعفوك يأتى العبدأعلى وأجسما
Namun (kutahu) keampunanm-Mu yang mendatangi hamba adalah lebih besar (agung) dan lebih mulia”

Melalui sya’ir ini, semoga kita semua bisa memetik pelajaran, bahwa hidup ini hanya semantara. Adalah bodoh jika kita mengisinya dengan berbuat maksiat dan dosa, tanpa diiringi dengan pertaubatan, sekalipun mengakui kebenaran itu pahit.

Akhir kata, terima kasih Ya Allah, telah membuatku menangis malam ini. Semoga kelimpahan dan berkah selalu atas Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, serta pengikut-pengikutnya hingga akhir zaman kelak.


Oleh : Risma Ariesta

Thursday, 4 April 2019

Membangkitkan Geliat Sastra Arab dengan Diskusi Karya

Dunia sastra ialah suatu tempat dimana semua bahasa dan ungkapan seolah memiliki kemerdekaannya sendiri untuk disampaikan. Ragam istilah yang terkadang menimbulkan dwi makna membuat samudera kesusasteraan tak akan ada habisnya jika diselami. Pasalnya, kesusasteraan ini merasuk pada budaya dalam suatu kumpulan atau masyarakat tertentu yang sudah mendarah daging, bahkan tidak diketahui kapan, dimana, mengapa, dan bagaimana asal mulanya.

Sastra menjadi kajian yang sangat seksi dan eksklusif untuk dibahas. Bahasanya yang luas, mendayu-dayu, sarkas, bahkan tak jarang kontroversial, membuat siapa saja bergairah untuk tenggelam dalam alurnya. Sebagaimana Sastra Arab yang notabene berpusat di Negara Timur Tengah, yang juga dikenal dengan religiusitas pada mayoritas masyarakatnya.

Entah kapan tepatnya Sastra Arab sendiri masuk ke Indonesia. Karena menurut sejarah, ketika negara-negara asing masuk ke Indonesia dimulai sejak zaman penjajahan dulu, bersama itu pula bahasa, budaya, agama, dan hal-hal yang dibawa mereka turut masuk juga ke Indonesia. Itu artinya, tak hanya Sastra Arab saja yang tumbuh subur dan mewarnai Nusantara ini dengan bahasa-bahasanya yang indah. Adapun kajian sastra dari negara-negara lain semisal Inggris, Perancis, Belanda, Jepang, dan lain sebagainya juga dikaji dalam banyak kumpulan bahkan menjadi salah satu program studi di universitas-universitas ternama.

Geliat Sastra Arab di Lingkungan IAIN Salatiga
Membangun Karakter Bangsa Berbasis Sastra merupakan judul yang diangkat dalam Diskusi Sastra perdana yang digagas oleh Divisi Kemahasiswaan HMPS Bahasa dan Sastra Arab IAIN Salatiga. Dalam kegiatan tersebut, turut mengundang pula Angga Mustaka Jaya Putra, S.Hum sebagai pemateri. Selain itu, beliau termasuk menjadi salah satu lulusan pertama dari 8 lulusan lain di jurusan Bahasa dan Sastra Arab di IAIN Salatiga. Karena itu pulalah, kegiatan Diskusi Sastra perdana ini menjadi sangat eksklusif dan akan diagendakan menjadi kegiatan rutin HMPS BSA dalam satu bulan sekali.
Dok. Pribadi

Kegiatan diskusi ini berlangsung pada Kamis, 28 Maret 2019 dari pukul 14.00 –WIB sampai selesai. Sedangkan ruangan tempat pelaksanaannya ialah di Sekretariat HMPS. Adapun untuk pesertanya sendiri tidak terbatas pada mahasiswa BSA saja, melainkan terbuka untuk umum dan tentu saja gratis.

Maksud dan tujuan diadakannya kegiatan Diskusi Sastra ini ialah untuk menghidupkan minat mahasiswa BSA pada khususnya untuk lebih mendalami serta mengkaji jurusannya sendiri. Selain itu, juga untuk meningkatkan geliat sastra yang mulai menapaki langkah demi langkah kebangkitannya di kampus IAIN Salatiga itu sendiri.

Dok. Pribadi
Dalam diskusi tersebut, pokok bahasan yang diangkat ialah tentang sebuah novel terjemahan bahasa Arab yang berjudul “عذراء جكرتي” atau dalam versi bahasa Indonesia diartikan dengan “Gadis Jakarta”. Novel tersebut merupakan buah karya Najib Al-Kailani (1931-1995), seorang sastrawan Timur Tengah yang terkemuka oleh tulisan-tulisannya yang tersebar dalam berbagai genre. Selain novel, Najib Al-Kailani juga menulis beberapa antologi puisi, cerpen, bahkan karya-karya ilmiah dalam bidang kedokteran, keagamaan dan politik.
google.com
Novel ini menceritakan tentang kondisi pergolakan politik Indonesia tahun 1965. Tokoh utama dalam novel ini ialah seorang gadis bernama Fatimah, selaku putri ketua Masyumi. Cerita yang dipaparkan penulis ialah tentang perjuangan Fatimah dalam membebaskan ayah dan kekasihnya yang ditahan oleh PKI, karena menentang haluan ideologi partai tersebut. PKI (Partai Komunis Indonesia) demikian menguasai percaturan politik Indonesia ketika itu, mereka menggunakan berbagai cara untuk mencapai cita-cita. Namun kegigihan Az-Zaim (ketua partai) kandas oleh kegigihan seorang gadis muda. Karena cintanya ditolak, Az-Zaim nekat menggunakan berbagai cara untuk mendapatkan Fatimah, termasuk menculik dan memenjarakan sang ayah serta kekasih Fatimah.

Gadis Jakarta juga disebut novel sejarah, karena menceritakan babak demi babak pergolakan politik, yang menurut setting cerita ini adalah pemberontakan PKI. Penulis menggunakan berbagai simbol untuk memperkuat ide cerita, namun kesan romantis dari sebuah novel tersebut tetap terjaga dengan baik. Novel ini disusun dengan bahasa yang ciamik dan dikemas dengan kondisi Indonesia yang sedemikian rupa pada saat itu.
google.com
Kedekatan ideologis antara Indonesia dan Mesir telah mengilhami penulis, layaknya kedekatan ideologi Masyumi dengan Ikhwanul Muslimin di Mesir.
Pada akhir dari diskusi tersebut, sastra menjadi sangat penting digunakan untuk menyampaikan pesan dengan bahasa yang lebih indah daripada bahasa biasa. Lebih dari itu, penekanan juga disampaikan oleh pemateri kepada seluruh peserta, khususnya mahasiswa BSA untuk memperbanyak wawasan serta kosa kata baru melalui kegiatan literasi, serta diskusi seperti ini.

Oleh : Risma Ariesta
Penulis merupakan mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab Semester 2 IAIN Salatiga. Salah satu santri Ma’had Al-Jami’ah Putri IAIN Salatiga yang menyukai menulis sejak SMP, kemudian meyakini passion atau panggilan hidupnya ada pada segala sesuatu yang berkaitan dengan kepenulisan.
Daftar Pustaka :

Kegiatan Rutin Khotmil Qur'an Di Lingkungan Kampus 2 UIN Salatiga

Salatiga- Selasa pagi, tanggal 25 Febuari 2025, Masjid At-Thoyyar yang terletak di kampus 2 UIN Salatiga ramai dengan antusias mahasiswa un...