Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Sunday, 30 October 2022

MERINDU DIKALA HUJAN


Helaan nafasku terhenti semakin dalam
Kutulis puisi ini diantara sendu
Nabstala begitu kelabu, hujan akan turun 
Benar..... 
Hujan benar-benar turun

Dikala percik gerimis menyapaku
Saat itu ku merindu
Dalam nabstala biru yang kian menyatu 
Entah kepada siapa ku merindu 

Hujan turun lagi 
Membasai kedua pipi ini 
Yang kuharap, kau akan mengerti
 
Penulis : Salsabila Cut Mutia 
Penyunting : Martinah Nafatilopa (Tim Redaksi Pers)

Tuesday, 12 July 2022

BUSTAN BUANA


sumber: id.pinterest.com

Hanya permainan belaka
Menciptakan kisah yang nyata tetapi fana
Memiliki tipu daya paling kuat
Bagi manusia yang tak pernah taat
Penuh teka teki tak tertebak
Menyiapkan jebakan setiap langkah
Labirin kehidupan kian bertikung tajam
Jika tak berhati-hati menginjakkan
Bisa saja jatuh ke dalam jurang penyesalan
Tak ada yang tahu betul nasib di masa depan
Tak ada yang tahu pasti dimana kehidupan kekal berada
Mengharuskan tetap berada dijalur yang benar
Hanya bisa pasrah
Tetap meraungi jalan yang ditetapkan
Berusaha serta bertengadah kepada-Nya
Tentunya untuk kelak sebagai bekal
Temani hidup dimasa kekal


Penulis : Isma Ayu Fasyaroh (Anggota Pers)
Penyunting : Martinah Nafatilopa  (Tim Redaksi Pers)

Friday, 8 July 2022

LESUH


sumber: id.pinterest.com



Lihatlah!
Langit tak berkutik sedikit pun
Angin tak lagi menggerakkan dedaunan
Bumi pun tak mau tahu
Semua lesuh tanpa makna
Apa yang kau mau?
Bicaralah wahai semesta!
Kau telah mengurung kami dalam ribuan rindu
Suara kami menggema di berbagai penjuru
Namun kau tak berkutik memedulikan sedikit pun
Apakah kau sedang merajuk?
Merajuk pada kami yang telah berulah
Jika benar begitu
Maka, tunjukkan rasa kasihmu yang kau dapat dari-Nya



Penulis : Isma Ayu Fasyaroh (Anggota Pers)
Penyunting : Martinah Nafatilopa (Tim Redaksi Pers) 

Friday, 24 June 2022

KELUH DAN KISAH



Tak semua keluh bisa dikisahkan
Dan tak semua kisah bisa diceritakan
Antara nyata atau hanya bayangan sahaja
Entahlah, daku pun tak bisa mengetahuinya
Fatamorgana...kulihat tengah asik dengan empunya

Ke sana ke mari berlaga seakan sama
Sesal dan sesak bersekongkol rupanya
Menjiwai peran sebagai pemain utama
Nestapaku kian menyapa dalam logika
Meringkuk pilu dibeku udara
Terpejam menatap sendu duhai langit senja

Semakin lama hingga memudar diterpa anala kelam
Serdu, sendu, terbelenggu warna kelabu
Semua berhasil menyatu padu
Kompak datang satu waktu
Tak ada yang bisa berlaku
Selain diam dan membisu


Penulis : Isma Ayu Fasyaroh (Anggota Pers)

Penyunting : Martinah Nafatilopa (Tim Redaksi Pers) 

Thursday, 9 June 2022

Ikatan Suci




Semburat fajar menyibak pagi
Menghilangkan jejak tetes embun dedaunan
Nyanyian burung bersenandung dengan alam
Seakan ikut bahagia menyambut pagi ini

Dengan gaun pengantin putih aku menunggu
Untaian bait akad yang menjadi ikatan suci kita
Kilauan cincin emas melingkar jemari
Air mata mengalir membasahi pipi
Bagai terhanyut dalam mimpi
Segumpal doa-doa di pagi hari
Untukmulah wahai sang suami…

Seketika dunia menjadi punya kita berdua
Saat kau menghalalkanku dari orang tua
Di bawah langit cinta ini sudah kita abadikan
Penghibur sedih ku dan laraku
Pelerai cemas dan gelisahku Pengusir lara dan dukaku..

Bimbing aku di setiap langkahku
Wahai imam di setiap sujudku
Wahai cinta terakhirku
Wahai tulang rusuku
Engkaulah, cahaya surgaku…

Penulis : Anisa Nurjanah (Anggota  Pers)
Penyunting : Martinah Nafatilopa (Tim Redaksi Pers)

Sunday, 19 December 2021

نهر الخيال/Sungai impian

 نهر الخيال

Oleh: Farhan Khoirul Arrafi_BSA’21

لحن الأمطار يلقي الهروء

بصوته بخاصى، رخيم

الدموع تقطر

مع ذلك، لا تستطيع اليسرى

التخمين


قارب قديم مهترئ

لا أستطيع حدفه

لكي أصل إلى النهاية

جرف بمينا وشمالا يحد النظر

يئن وكأنه في وشك الانهيار


فالعشي الذى قد ظننته جميلا

فالان، مرعب ملخور

أقبل ضوء القمر خائف

هبت برياح طاعنة بشرة


بعد المنبع لا يطفئ بهمة

بل نمت النية كشيفة

قادر على حطم العوائق

لذ بل الحلم المقذوف


نظرت إلى سماء و رأيت بنجوم

وميضت عنياها كأنها تذكر الله

الغضن يسقط هينا

اأنسال السبل بدون بجهة


Sungai impian

Farhan Khoirul Arrafi_BSA2021


Melodi hujan terasa syahdu

Dengan suara khasnya, merdu

Air mata turut menetes, menyerta

Namun tangan kiri tak mampu menerka


Perahu sampan yang sudah usang

Tak dapat kudayung untuk sampai ke ujung

Tebing kiri, kanan menatap tajam

Seolah bergemuruh merintih akan jatuh


Senja yang dulu kuanggap indah

Kini terlihat berpuaka, bedebah

Cahaya redup rembulan menyapa takut

Angin berhembus menusuk kulit lembut


Hulu jauh tak menyusutkan semangat

Niat dan tekat yang kutanam, kini tumbuh dengan lebat

Mampu meruntuhkan rintangan menjalar

Demi sebuah impian yang terdampar


Kutatap langit melihat bintang-bintang

Berkedip, seakan berdzikir kepada sang pemberi cahaya terang

Dahan pohon jatuh mendayu

Mengikuti alur tanpa dituju






Aksara Tanpa Makna/أحرف لا معنى لها

 Aksara Tanpa Makna

Oleh: Reni Deniyati_IH’20


Semua berubah seiring berjalannya waktu

Seperti sinar purnama yang rupanya kian menghilang ditelan sang awan

Bisakah aku jadi teman bicaramu malam ini?

Tidak, bahkan diriku sering kehilangan diriku

Aku bukan milik ku


Sekali lagi

Aku kehilangan harapan ku


Di tempat yang suram ini

Fenomena hidup harus tetap terjadi

Bisakah aku menemukan diriku lagi dari setitik sisa kehidupan ini?


Aku mencoba melangkah lebih jauh lagi

Menjadi aksara, mengisi sela-sela bait yang kian kabur kehilangan makna


Pupus...


Tidak!!!

Harapan itu menjadi humus untuk harapan yang baru lagi

Menjadi bekal untuk berjalan pada garis-garis waktu ini



أحرف لا معنى لها


كل شيء يتغير بمرور الوقت

كالبدر يبدو ع يختف واِء

هل يمكننى ان اكون نجيّك الوسر الليله

لا, بل فقدرٓ نفس

أنا لست ملكي


مرة اخرى

لقد فقدت الأمل


في هذا المكان القاتم

الحياة ليست خالدة، فكل شيء يغرق بالموت

لكن هل يكنني أن أجد نفسي مرة أخرى نفسه عمرى؟


أحاول أن أبعد أخطف

لد صبح أحزف تملأ الأيإت التي تصبح ضبابيه، تفقد معناها


...يحتفي


لا!!!!

هدا الأمل يصبح الدبال من أجل أمل جديد ناسه

او كالزاوللسفر في خطوط الزمن


قَافِيَةوَسَائِل التّوَاصِلُ الْإِجْتِمَاعِي / Sajak Sosial Media

قَافِيَةوَسَائِل التّوَاصِلُ الْإِجْتِمَاعِي

Sajak Sosial Media

بواسطة : ألفي أيوميرنتى

Oleh : Alyf Fia Ayu Meyranti_BSA’20


يُوْلِيُو قَد إِنْتَهَى

Juli kan berlalu

صَفُ الإِخْطَارفِي حِسَابِي الْأَخْضَر

Deretan notifikasi dalam akun hijauku

لاَ يَزَالُ مَحْفُوظًا فِي الْوَقْتِهِ الرَّاتِب

Masih tersimpan dalam urut waktu

العَدِيْدُ مِنَ الرَّسَائِلِ الْمُمَيَّزَةِ بِنَجْمَةٍ مُضَنَمَةٌ

Banyak pesan berbintang tersemat

تَحْتَوِي عَلىَ آبْيات حَنِيْنِ

Berisi bait – bait nostalgia

مَلِيئَةِ بِقَصَصِ طَوِيلَة مِن دِرَامَا الْحَياةِ

Penuh kisah panjang drama kehidupan

حَتَّى تصبح الْمُؤَامَرَة ِوَالْغَرِيْبِ قِصَّة فِي الْيَوْمِيَاتِ

Hingga intrik dan estrik jadi kisah dalam buku harian

أَفْتَح حِسَابِى باللَّونين الْأَزْرَق وَالْأَبْيَض

Ku buka akun biru putih

أَذْهَب إلى صفحة ملفي الشّخصي الرّئيسيّة

Ku tuju beranda profil diri

قِصَصِى تَتَوَالِى

Deretan kisah

لاَ يَزَالُ فِي حالة جيدة

Masih tersusun rapi

القصّة في سلك الْأَحرف

Kisah dalam baris – baris aksara

من المستحيل التكرار

Tidak mungkin terulang kembali

كُلِّهَامُلَّخَصٌ واحد في قصّة ذاتية

Terangkum satu menjadi cerita diri

سَتَكُوْنُ دَائِمًا ذِكْرَى

Kan selalu menjadi kenangan

الأطفل و الحفيد فى وقت لاحق

Pada anak cucu nanti

 

Friday, 26 November 2021

Hari yang Singkat dengan Momen yang Indah Novita Nurul Latifah 53040190002


       (KKL) Kuliah Kerja Lapangan kali ini jurusan Bahasa dan Sastra Arab memilih Malang sebagai tujuan, entah apa yang membuat menarik dan kita tertarik? Dinginnya kah ? Kotanya yang indah kah ? yang pasti karena tujuan tempat-tempat yang kita pilih yang cocok dengan jurusan kita Bahasa dan Sastra Arab.

       Kampung Kediri Pare tujuan pertama yang kita kunjungi. Bak mimpi bisa menginjakkan kaki di kampung pare Kediri. Sambutan yang hangat diberikan dari pihak sana. Kita diarahkan disuatu ruangan disana ada pembukaan yang semua berbahasa Arab. Setelah selesai pembukaan kami diantarkan ke Markaz, dilihatkan gimana sistem pembelajaran di kampung Kediri pare. Masyaallah ku ucap karena pernah punya mimpi untuk menjadi salah satu bagian dari mereka suatu saat nanti. Setelah itu kita sholat terlebih dahulu dan melanjutkan perjalanan ke Biro Haji dan Umroh. Seperti layaknya di kampung Kediri pare disana kita disuruh duduk lalu mendengar penjelasan yang disampaikan oleh pihak sana dan sesi tanya jawab. Lalu kita kembali ke bus lagi untuk melanjutkan perjalanan ke hotel untuk istirahat.

Hari kedua yang pasti dengan semangat baru dan energi baru. Kita melanjutkan kunjungan ke Radar Batu Malang disana kita diberi koran lalu suruh melihat-lihat koran tersebut sambil dari pihak sana juga menjelaskan tentang Radar Batu. Dan ada juga sesi tanya jawab. Setelah selesai di Radar Batu kita lanjut ke Lisan Arabi disana kita disambut dengan buku-buku yang sudah membuat mata kita terkecoh. Barisan rapi kami buat untuk mendengarkan penjelasan tentang Lisan Arabi. Penyampaian yang simpel tapi ngena. Dilanjut dengan sesi tanya jawa dan siapa yang bisa jawab dia dapat hadiah. Hal itu berlangsung seru sampai ada di sesi melihat buku yang tadi sudah dipamerkan untuk dibeli dan diiringi musik dari pihak sana dengan suara yang begitu merdu. Lalu kita lanjut ke hotel untuk istirahat.

Ini dia hari yang sangat ditunggu-tunggu kita semua yaitu liburan ke Bromo, kita bergegas pergi pagi sekali ke Bromo agar mendapatkan view yang indah untuk foto. Kita harus melewati perjalanan menggunakan jip, mengerikan tapi nikmat sekali.semua terbayarkan dengan pemandangan yang disuguhkan, tidak mengecewakan. Semua tertawa bahagia menikmati alamnya. Foto tak cukup satu, dua pasti beribu-ribu untuk mengabadikan momen indah yang disuguhkan alam semesta. Dinginnnya Bromo tidak mengalahkan tekat kami untuk selalu eksis. Itulah kisah singkat yang tidak terlupakan di Malang. Beberapa kejadian yang bisa kita ambil hikmahnya ada juga yang kita buang. Sekian 


Wednesday, 15 May 2019

مَنْ أَنَا؟


مَنْ أَنَا؟
.?Siapa Aku
Karya: Wahyuning Gatri



أَنَا أَعْمِيٌ الَّتى فَقَدَتِ الْجِهَّة
Aku adalah orang buta yang kehilangan arah
لَقَدْ غَابَ  اْلَإتِّجَاهُ لِأَنَّ أَظْلَمَ  الْعَالَمُ فَجْأَةً
Aku kehilangan arah karena dunia tiba-tiba menjadi gelap
بَكَيْتُ خَائِفًا بَاحِثًا لِوَسِيْلَةِ الضَّوْءِ
Aku menangis ketakutan mencari jalan terang
وَلَكِنَّ عِنْدَمَا أَدْرَكْتُ
Namun ketika kusadari
أَظْلَمَ هَذَا اْلعَالَمِ لِأَنَّنِي أَغْمَضُ عَيْنِى
Dunia ini menjadi gelap karena aku menutup mata
أَنَا أَحْمَقٌ لِأُدْرِكَ أَنَّ رُؤْيَتِى مَحْدُوْدَةٌ بِالْعَيْنِ
Aku terlalu bodoh untuk menyadari bahwa penglihatanku terbatasi oleh mata
فَكَيْفَ يُمْكِنُنِي أَنْ أُعَيِّنَ الْإِتِّجَاه؟
Lalu bagaimana aku bisa menentukan arah?
أُرِيْدُ أَنْ أَنْفُذَ هَذَا الْحَدَّ
Aku ingin menembus batas itu

أَنَا مُشْتَاقٌ بِرُؤْيَةِ الْعَالَمِ الْوَاسِعِ
Aku rindu melihat luasnya dunia
أَيْنَمَا يُمْكِنُنِى الْمَشْيُ وَ أَأْخُذُ جَمِيْعَ الْإِتِّجَاهَات لِأَسْتَطْلِعُ
Dimana aku bisa berjalan dan mengambil segala arah untuk ku jelajahi
أَسْتَمْتِعُ  التَّقَلُّبَات وَ الْمُنْعَطِفَات مِنَ الطُّرُقِ الَّتِى تَمُرُّ بِهَا النَّاسُ
Menikmati lika-liku jalan yang semua orang lalui
وَلَكِنَّنِي أَحْمَقٌ لِأَدْرِكَ مَنْ أَنَا
Tetapi aku terlalu bodoh untuk menyadari siapa aku
أَنَا  مُعْرِجٌ
Aku orang yang pincang
كُنْتُ مَحْدُوْدًا بِمَا اسْتَطَعَتْ رِجْلِى الْمَشْىَ فِى اْلعَالَمِ
Aku terbatasi oleh kakiku yang tidak bisa menapaki dunia
وَأُرِيْدُ أَنْ أَنْفُذَ هَذَا الْحَدَّ أَيْضًا
Aku ingin sekali menembus batas itu


أُرِيْدُ أَنْ أَقْرَأَ مَنَاطِقَ مُحِيْطَةِ الْعَالَمِ
Aku ingin membaca keadaan alam sekitar
أَشْعُرُ كُلَّ حَرَكَةٍ طَبِيْعِيَّةٍ بِهَا
Merasakan setiap pergerakan alam
أُفَكِّرُ كَمَا فَكَرُوا النَّاسُ عَامَّةً
Berfikir seperti orang-orang pada umumnya
وَلَكِنَّ مَا أَمْكَنَ عَلَى بَدَنِى أَنْ تُلْجَمَ
Namun tubuhku tidak bisa dikendalikan
وَأَنَا أَحْمَقٌ بِأَنَّنِي لَمْ أَدْرِك أَنَّ قَدْ مَاتَتْ عَقْلِى وَتَوَقَّفَتْ عَنِ الْعَمَلِ
Dan aku terlalu bodoh untuk menyadari bahwa otakku juga telah mati dan berhenti berfungsi
فَمَنْ سَيَكُوْنُ مُسَاعِد لِى؟
Lalu siapa yang akan menjadi penolongku?

فَكَيْفَ يُمْكِنُنِى  أَنْ أَنْفُذَ كُلَّ الْحُدُوْدِ؟
Bagaimana caranya aku bisa menembus semua keterbatasan itu?
حَتَّى أَدْرِك مَنْ أَنَا أَخِيْرًا أَننى أَشَدُّ الْأَحْمَقِ
Hingga akhirnya aku benar-benar menyadari siapa aku, aku adalah orang yang dungu
لَمْ أَكُنْ أَنْ أَدْرِكَ أَنَّنِى لَدَيَّ قَلْبٌ
Aku tidak menyadari bahwa aku mempunyai hati
مِنْ خِلَالِ الْقَلْبِ كُلُّ الْحُدُوْدِ تُمْكِنُ أَنْ تُفْجِرَ
Melalui hati semua keterbatasan bisa ditembus
تُمْكِنُ الْعُيُوْنُ مَفْتُوْحًا
Mata bisa terbuka
تُمْكِنُ  الرِّجْلُ الْمَشْيَ
Kaki bisa berjalan
تُمْكِنُ الدِّمَاغُ وَظِيْفَةً
Otak bisa berfungsi
بُدِأَ كُلُّ شَيْئٍ بِقَلْبٍ حَدِيْثٍ
Semuanya diawali dari dengan hati yang berbicara
كُلُّهَا تَتَعَلَّقُ بِقَلْبٍ الَّتِى تُحَرِّكُهَا
Semuanya tergantung dari hati yang menggerakkannya

Sunday, 14 April 2019

بَلَدُ الأَجْنَبِي

google.com

بَلَدُ الأَجْنَبِي

Perantauan

عَاشَ فِي بَلَدِ الاَجْنَبِى صَعْبَهْ
Hidup di rantau itu berat
مَرَّتْ بِالأَبَاءِ فِي الشَوَارِعِ
Ketemu orang tua di jalan
 وَتَدَكَّرَعَن الوَلِدَينِ فِي البُيُوتِ
 Inget orang tua sendiri di rumah 
مُشَاهَدَةُ الأَطْفَالِ فِى المَدَارِسِ
Inget anak-anak di sekolahan 
وَتَدَكَّرَعَنِ الأِخْوَةِ مَتْرُوكُ بِنَا
Inget adek sendiri yang kita tinggalkan 
ثُمَّ اشْكُرُوا مَنْ مَازَالَ مُوَحّدًا
Maka bersyukurlah kalian yang masih disatukan
قَبْلَ مَا يَعْرِفُ مُرَّالفِرَاقِ مُأَلَّمَا
Sebelum tahu sakit dan pahitnya suatu perpisahan
 اِمْشَاكُ الشَوقِ بَعِيدًا
Menahan  rindu dari kajauhan 
 اَرْجِعُ وَاَنَا رَاسِبٌ
Saya pulang dan saya gagal 
 اَقُولُ لَكِ العَفْوَى يَا اُمي
Ibu maafkan aku

# عَشَافُ الغُرُوبِ
Penikmat senja 

Kegiatan Rutin Khotmil Qur'an Di Lingkungan Kampus 2 UIN Salatiga

Salatiga- Selasa pagi, tanggal 25 Febuari 2025, Masjid At-Thoyyar yang terletak di kampus 2 UIN Salatiga ramai dengan antusias mahasiswa un...