Sunday, 30 October 2022
MERINDU DIKALA HUJAN
Tuesday, 12 July 2022
BUSTAN BUANA
Menciptakan kisah yang nyata tetapi fana
Memiliki tipu daya paling kuat
Bagi manusia yang tak pernah taat
Penuh teka teki tak tertebak
Menyiapkan jebakan setiap langkah
Labirin kehidupan kian bertikung tajam
Jika tak berhati-hati menginjakkan
Bisa saja jatuh ke dalam jurang penyesalan
Tak ada yang tahu betul nasib di masa depan
Tak ada yang tahu pasti dimana kehidupan kekal berada
Mengharuskan tetap berada dijalur yang benar
Hanya bisa pasrah
Tetap meraungi jalan yang ditetapkan
Berusaha serta bertengadah kepada-Nya
Tentunya untuk kelak sebagai bekal
Temani hidup dimasa kekal
Penulis : Isma Ayu Fasyaroh (Anggota Pers)
Penyunting : Martinah Nafatilopa (Tim Redaksi Pers)
Friday, 8 July 2022
LESUH
Langit tak berkutik sedikit pun
Angin tak lagi menggerakkan dedaunan
Bumi pun tak mau tahu
Semua lesuh tanpa makna
Apa yang kau mau?
Bicaralah wahai semesta!
Kau telah mengurung kami dalam ribuan rindu
Suara kami menggema di berbagai penjuru
Namun kau tak berkutik memedulikan sedikit pun
Apakah kau sedang merajuk?
Merajuk pada kami yang telah berulah
Jika benar begitu
Maka, tunjukkan rasa kasihmu yang kau dapat dari-Nya
Friday, 24 June 2022
KELUH DAN KISAH
Dan tak semua kisah bisa diceritakan
Antara nyata atau hanya bayangan sahaja
Entahlah, daku pun tak bisa mengetahuinya
Fatamorgana...kulihat tengah asik dengan empunya
Ke sana ke mari berlaga seakan sama
Sesal dan sesak bersekongkol rupanya
Menjiwai peran sebagai pemain utama
Nestapaku kian menyapa dalam logika
Serdu, sendu, terbelenggu warna kelabu
Semua berhasil menyatu padu
Kompak datang satu waktu
Tak ada yang bisa berlaku
Selain diam dan membisu
Penulis : Isma Ayu Fasyaroh (Anggota Pers)
Penyunting : Martinah Nafatilopa (Tim Redaksi Pers)
Thursday, 9 June 2022
Ikatan Suci
Menghilangkan jejak tetes embun dedaunan
Nyanyian burung bersenandung dengan alam
Seakan ikut bahagia menyambut pagi ini
Untaian bait akad yang menjadi ikatan suci kita
Kilauan cincin emas melingkar jemari
Air mata mengalir membasahi pipi
Bagai terhanyut dalam mimpi
Segumpal doa-doa di pagi hari
Untukmulah wahai sang suami…
Saat kau menghalalkanku dari orang tua
Di bawah langit cinta ini sudah kita abadikan
Penghibur sedih ku dan laraku
Pelerai cemas dan gelisahku Pengusir lara dan dukaku..
Wahai imam di setiap sujudku
Wahai cinta terakhirku
Wahai tulang rusuku
Engkaulah, cahaya surgaku…
Penulis : Anisa Nurjanah (Anggota Pers)
Penyunting : Martinah Nafatilopa (Tim Redaksi Pers)
Sunday, 19 December 2021
نهر الخيال/Sungai impian
نهر الخيال
Oleh: Farhan Khoirul Arrafi_BSA’21
لحن الأمطار يلقي الهروء
بصوته بخاصى، رخيم
الدموع تقطر
مع ذلك، لا تستطيع اليسرى
التخمين
قارب قديم مهترئ
لا أستطيع حدفه
لكي أصل إلى النهاية
جرف بمينا وشمالا يحد النظر
يئن وكأنه في وشك الانهيار
فالعشي الذى قد ظننته جميلا
فالان، مرعب ملخور
أقبل ضوء القمر خائف
هبت برياح طاعنة بشرة
بعد المنبع لا يطفئ بهمة
بل نمت النية كشيفة
قادر على حطم العوائق
لذ بل الحلم المقذوف
نظرت إلى سماء و رأيت بنجوم
وميضت عنياها كأنها تذكر الله
الغضن يسقط هينا
اأنسال السبل بدون بجهة
Sungai impian
Farhan Khoirul Arrafi_BSA2021
Melodi hujan terasa syahdu
Dengan suara khasnya, merdu
Air mata turut menetes, menyerta
Namun tangan kiri tak mampu menerka
Perahu sampan yang sudah usang
Tak dapat kudayung untuk sampai ke ujung
Tebing kiri, kanan menatap tajam
Seolah bergemuruh merintih akan jatuh
Senja yang dulu kuanggap indah
Kini terlihat berpuaka, bedebah
Cahaya redup rembulan menyapa takut
Angin berhembus menusuk kulit lembut
Hulu jauh tak menyusutkan semangat
Niat dan tekat yang kutanam, kini tumbuh dengan lebat
Mampu meruntuhkan rintangan menjalar
Demi sebuah impian yang terdampar
Kutatap langit melihat bintang-bintang
Berkedip, seakan berdzikir kepada sang pemberi cahaya terang
Dahan pohon jatuh mendayu
Mengikuti alur tanpa dituju
Aksara Tanpa Makna/أحرف لا معنى لها
Aksara Tanpa Makna
Oleh: Reni Deniyati_IH’20
Semua berubah seiring berjalannya waktu
Seperti sinar purnama yang rupanya kian menghilang ditelan sang awan
Bisakah aku jadi teman bicaramu malam ini?
Tidak, bahkan diriku sering kehilangan diriku
Aku bukan milik ku
Sekali lagi
Aku kehilangan harapan ku
Di tempat yang suram ini
Fenomena hidup harus tetap terjadi
Bisakah aku menemukan diriku lagi dari setitik sisa kehidupan ini?
Aku mencoba melangkah lebih jauh lagi
Menjadi aksara, mengisi sela-sela bait yang kian kabur kehilangan makna
Pupus...
Tidak!!!
Harapan itu menjadi humus untuk harapan yang baru lagi
Menjadi bekal untuk berjalan pada garis-garis waktu ini
أحرف لا معنى لها
كل شيء يتغير بمرور الوقت
كالبدر يبدو ع يختف واِء
هل يمكننى ان اكون نجيّك الوسر الليله
لا, بل فقدرٓ نفس
أنا لست ملكي
مرة اخرى
لقد فقدت الأمل
في هذا المكان القاتم
الحياة ليست خالدة، فكل شيء يغرق بالموت
لكن هل يكنني أن أجد نفسي مرة أخرى نفسه عمرى؟
أحاول أن أبعد أخطف
لد صبح أحزف تملأ الأيإت التي تصبح ضبابيه، تفقد معناها
...يحتفي
لا!!!!
هدا الأمل يصبح الدبال من أجل أمل جديد ناسه
او كالزاوللسفر في خطوط الزمن
قَافِيَةوَسَائِل التّوَاصِلُ الْإِجْتِمَاعِي / Sajak Sosial Media
قَافِيَةوَسَائِل التّوَاصِلُ الْإِجْتِمَاعِي
Sajak Sosial Media
بواسطة : ألفي أيوميرنتى
Oleh : Alyf Fia Ayu Meyranti_BSA’20
يُوْلِيُو قَد إِنْتَهَى
Juli kan berlalu
صَفُ الإِخْطَارفِي حِسَابِي الْأَخْضَر
Deretan notifikasi dalam akun hijauku
لاَ يَزَالُ مَحْفُوظًا فِي الْوَقْتِهِ الرَّاتِب
Masih tersimpan dalam urut waktu
العَدِيْدُ مِنَ الرَّسَائِلِ الْمُمَيَّزَةِ بِنَجْمَةٍ مُضَنَمَةٌ
Banyak pesan berbintang tersemat
تَحْتَوِي عَلىَ آبْيات حَنِيْنِ
Berisi bait – bait nostalgia
مَلِيئَةِ بِقَصَصِ طَوِيلَة مِن دِرَامَا الْحَياةِ
Penuh kisah panjang drama kehidupan
حَتَّى تصبح الْمُؤَامَرَة ِوَالْغَرِيْبِ قِصَّة فِي الْيَوْمِيَاتِ
Hingga intrik dan estrik jadi kisah dalam buku harian
أَفْتَح حِسَابِى باللَّونين الْأَزْرَق وَالْأَبْيَض
Ku buka akun biru putih
أَذْهَب إلى صفحة ملفي الشّخصي الرّئيسيّة
Ku tuju beranda profil diri
قِصَصِى تَتَوَالِى
Deretan kisah
لاَ يَزَالُ فِي حالة جيدة
Masih tersusun rapi
القصّة في سلك الْأَحرف
Kisah dalam baris – baris aksara
من المستحيل التكرار
Tidak mungkin terulang kembali
كُلِّهَامُلَّخَصٌ واحد في قصّة ذاتية
Terangkum satu menjadi cerita diri
سَتَكُوْنُ دَائِمًا ذِكْرَى
Kan selalu menjadi kenangan
الأطفل و الحفيد فى وقت لاحق
Pada anak cucu nanti
Friday, 26 November 2021
Hari yang Singkat dengan Momen yang Indah Novita Nurul Latifah 53040190002
(KKL) Kuliah Kerja Lapangan kali ini jurusan Bahasa dan Sastra Arab memilih Malang sebagai tujuan, entah apa yang membuat menarik dan kita tertarik? Dinginnya kah ? Kotanya yang indah kah ? yang pasti karena tujuan tempat-tempat yang kita pilih yang cocok dengan jurusan kita Bahasa dan Sastra Arab.
Kampung Kediri Pare tujuan pertama yang kita kunjungi. Bak mimpi bisa menginjakkan kaki di kampung pare Kediri. Sambutan yang hangat diberikan dari pihak sana. Kita diarahkan disuatu ruangan disana ada pembukaan yang semua berbahasa Arab. Setelah selesai pembukaan kami diantarkan ke Markaz, dilihatkan gimana sistem pembelajaran di kampung Kediri pare. Masyaallah ku ucap karena pernah punya mimpi untuk menjadi salah satu bagian dari mereka suatu saat nanti. Setelah itu kita sholat terlebih dahulu dan melanjutkan perjalanan ke Biro Haji dan Umroh. Seperti layaknya di kampung Kediri pare disana kita disuruh duduk lalu mendengar penjelasan yang disampaikan oleh pihak sana dan sesi tanya jawab. Lalu kita kembali ke bus lagi untuk melanjutkan perjalanan ke hotel untuk istirahat.
Hari kedua yang pasti dengan semangat baru dan energi baru. Kita melanjutkan kunjungan ke Radar Batu Malang disana kita diberi koran lalu suruh melihat-lihat koran tersebut sambil dari pihak sana juga menjelaskan tentang Radar Batu. Dan ada juga sesi tanya jawab. Setelah selesai di Radar Batu kita lanjut ke Lisan Arabi disana kita disambut dengan buku-buku yang sudah membuat mata kita terkecoh. Barisan rapi kami buat untuk mendengarkan penjelasan tentang Lisan Arabi. Penyampaian yang simpel tapi ngena. Dilanjut dengan sesi tanya jawa dan siapa yang bisa jawab dia dapat hadiah. Hal itu berlangsung seru sampai ada di sesi melihat buku yang tadi sudah dipamerkan untuk dibeli dan diiringi musik dari pihak sana dengan suara yang begitu merdu. Lalu kita lanjut ke hotel untuk istirahat.
Ini dia hari yang sangat ditunggu-tunggu kita semua yaitu liburan ke Bromo, kita bergegas pergi pagi sekali ke Bromo agar mendapatkan view yang indah untuk foto. Kita harus melewati perjalanan menggunakan jip, mengerikan tapi nikmat sekali.semua terbayarkan dengan pemandangan yang disuguhkan, tidak mengecewakan. Semua tertawa bahagia menikmati alamnya. Foto tak cukup satu, dua pasti beribu-ribu untuk mengabadikan momen indah yang disuguhkan alam semesta. Dinginnnya Bromo tidak mengalahkan tekat kami untuk selalu eksis. Itulah kisah singkat yang tidak terlupakan di Malang. Beberapa kejadian yang bisa kita ambil hikmahnya ada juga yang kita buang. Sekian
Wednesday, 15 May 2019
مَنْ أَنَا؟
Sunday, 14 April 2019
بَلَدُ الأَجْنَبِي
Kegiatan Rutin Khotmil Qur'an Di Lingkungan Kampus 2 UIN Salatiga
Salatiga- Selasa pagi, tanggal 25 Febuari 2025, Masjid At-Thoyyar yang terletak di kampus 2 UIN Salatiga ramai dengan antusias mahasiswa un...
-
Salatiga- Selasa pagi, tanggal 25 Febuari 2025, Masjid At-Thoyyar yang terletak di kampus 2 UIN Salatiga ramai dengan antusias mahasiswa un...
-
Buket Bunga Wisuda, sebagai Simbol Ucapan “Selamat Wisuda!” oleh Zagita Aisha Asmarany Wisuda, sebuah peristiwa ber...

.jpg)



