Saturday, 3 October 2020

Workshop Kepenulisan "Membangun Peradaban dengan Menulis"

 


                                                                                                Salatiga, 10 September 2020


AKU BISA MENULIS

Ira Andini

                Apa pentingnya menulis? Menurut saya menulis memiliki peran yang sangat penting di dalam kehidupan. Mengapa begitu? Karena dengan menulis, atau kita menjadi penulis wawasan kita akan suatu hal itu lebih banyak, sehingga kita menjadi orang yang maju dan tidak keterbelakangan. Dan mungkin bagi sebagian orang dengan menulis akan melegakan isi hati, karena mencurahkan apa yang ada dalam pikiran dan isi hati ke dalam suatu tulisan. Akan tetapi tidak semua orang pandai dalam menulis seperti saya J. Karena saya tidak bisa menulis atau tidak pandai dalam menuli, karena yang pertama : saya sangat malas dalam mengumpulkan fakta atau data-data untuk referensi dalam menulis, kedua : saya tidak mahir mencurahkan apa yang ada dalam fikiran saya ke dalam sebuah tulisan, dan yang ketiga atau terakhir sebenernya masih banyak alasannya sih, tapi aku jelasin tiga aja yaa hehe yaitu : karena saya sulit untuk merangkai sebuah kata-kata dan tidak percaya diri. Dan itu semua beberapa hambatan untuk saya menulis.

Bagaimana caranya agar saya bisa menulis? Bermula dari diri saya sendiri, seharusnya saya harus bisa merubah mindset, atau pola fikir saya terlebih dahulu, yang selalu berfikir saya tidak bisa harus saya ubah menjadi SAYA PASTI BISAJ. Karena jika saya tidak merubah pandangan saya, maka entah sampai kapanpun itu mungkin saya tidak akan pernah legaL. Untuk menulis kemudian saya harus memilih, atau mencari lingkungan yang nantinya akan selalu mendukung saya untuk selalu semangat untuk menulis. Nah yang paling penting adalah saya harus berani, atau percaya diri untuk mencoba apapun rintangannya yang memang harus dilalui. Kemudian, saya juga harus lebih sering mengikuti seminar-seminar kepenulisan seperti sekarang ini wahh senang sekali hehehe, tidak hanya semianr, saya juga harus sering-sering ikut latihan kepenulisan supaya bisa, tidak hanya mengikuti saja tapi saya juga harus sering berlatih, dan mencoba.

Harapan saya ketika bisa menulis yaitu dengan tulisan saya nanti bisa bermanfaat untuk para pembaca, dan juga bisa mengedukasi mereka aamiin. Dan harapan saya juga saya bisa setiap hari bisa menghasilkan tulisan-tulisan yang sangat mengispirasi bagi banyak orang aamiin. 


Mukti

Satu tahun berlalu sudah menjalani perukuliahan, diperkenalkan dengan tulisan. Aku tak tahu, apa bagusnya menulis? Buat apa? Hah, tidak penting. Dalam satu tahun berjalan, mungkin sudah tak terhitung berapa kali workshop, seminar, bedah buku, atau yang lainnya sudah aku ikuti. Aku tidak menemukan motivasi yang tepatuntuk menulis. Ada kata-kata yang pernah aku dengar “Menulislah, maka kau akan dikenal dunia, Membacalah, maka kau akan mengenal dunia”. Dikenal dunia? Sama sekali bukan tujuan hidupku, buat apa dikenal oleh dunia? Apa pentingnya? Mungkin penting bagi orang lain, tapi tidak untukku. Ada juga sebuah pepatah yang mengatakan “Menulislah, maka kau akan abadi dengan tulisanmu, kau akan terkenal”. Terkenal sama sekali bukanlah tujuan hidupku.

        Setelah sekian lama berfikir panjang, mengenai motivasi menulis, akhirnya aku menemukannyaJ. Aku memandang kepada mereka para Ulama’ terdahulu dari kitab-kitab yang telah mereka ciptakan. Tentu saja dari tulisan mereka, aku melihat bagaimana tulisan-tulisan mereka dipakai dalam tiap kajian pesantren, bermanfaat bagi generasi penerusnya. Aku menemukannya, menulis bukan untuk dikenal, tapi untuk menebarkan manfaat. Tapi aku bukan ulama? Yaa terserahlah, tapi aku akan tetap menulis!!!

Bagaimana agar saya bisa menulis? Jawabannya adalah : Mulai!!! Mulailah untuk menulis, terserah apa saja, aku tak peduli bagaimana dengan komentar orang lain. Terserah mereka, ini tulisan saya. Kalo tidak suka, ya tidak usah dibaca. Saya harus produktif, setiap hari saya jadwalkan untuk menulis, entah malam hari, pagi hari, bahkan senja. Setiap hari adalah menulis. Namun sayang, kadang saya diporakporandakan oleh rasa malas, sungkan, dan bingung apa yang akan saya tulis. Dengan itu maka saya harus mengatasinya dengan membaca, membaca apa saja bukan hanya buku, tapi juga membaca bagaimana orang berbicara, membaca bagaimana burung-burung bercuit, membaca bagaimana bunga-bunga bermekar ria, membaca bagaimana sepatuber detak, dan lain sebagainya. 

Siti Syaidatul Munasyaroh

    “Ojo mati tanpa aran”. Begitulah pesan semar, atau jika diterjemahkan “Jangan mati tanpa sebuah karya”. Seminggu berlalu, aku hanya termenung memikirkan peribahasa atau pesan yan disampaikan oleh semar tersebut. Yahh benar aku sangat gila untuk bisa menulis, tetapi tidak ingin menjadi penulis hehe. Karena menulis adalah sebuah hal yang menurut saya sangat pentin dalam segala hal. Beberapa kali saya mengikuti seseorang di media sosial hanya untuk membaca kisah-kisah atau cerita receh yang disajikan dalam beranda media sosial mereka dengan bahasa yang luwes, dan pastinya bisa menggelitik pembaca, jika memang berupa sebuah lawakan.

Bagaimana agar aku bisa menulis? Dalam paragraf sebelumnya, saya sudah menuliskan bagaimana cara saya agar bisa menulis. Yakni, dengan membaca beranda, atau story yang ditulis seseorang di media sosial. Setelah itu, saya beberapa kali juga menceritakan suatu hal yang telah saya baca dari teman saya itu. Sebuah kisah yang mestinya pernah saya lakui sendiri. Biasanya saya menuliskan cerita-cerita itu di story wa, karena saya belum terlalu percaya diri jika terlalu banyak orang yang membaca cerita saya di  facebookJ. Biarpun sebenernya aku lebih sering aktif di facebook si hehehe. Tapi yaa gitu deh, rasa percaya diri itu masih rendahL. Sampai suatu ketika pada timeline teman saya ada yang menuliskan, bahwa ia juga bertanya-tanya. “Apakah setiap tulisan harus selalu punya pesan moral? Tidak bolehkan ia murni cerita?. Dan itulah yang saya rasakan sekarang juga.

Harapan saya ketika saya bisa menulis saya hanya ingin tulisan tersebut enak dibaca oleh siapapun, renyah, luwes, dan tidak muluk-muluk untuk menggurui siapapun. Entah menginspirasi orang lain atau tidak. Tetapi saya ingin menulis sesuai cerita yang pernah saya alami, dan mampu memngembangkannya menjadi sebuah cerita yang mungkin ketika orang lain membaca tulisan saya seakan-akan orang tersebut juga mengalami apa yang telah saya tuangkan didalam cerita tersebut.






Thursday, 30 April 2020

Gali Potensi Diri di Tengah Pandemi

Sumber : id.techinasia.com

Nggak kerasa, ya pemberlakuan #dirumahaja dari pemerintah udah hampir menginjak bulan ke-dua. Selama ini kamu udah ngapain aja? Ngerjain tugas yang nggak ada habisnya kah? Beres-beres rumah sampe tepar kah? Nonton film, nge-game, baca buku, atau sekadar bengong kah? Atau ada nih yang yang udah khatam Al-Qur’an lebih dari satu kali? Maasya Allah, kayak gini nih yang mustinya bikin iri kita-kita semua.

Tapi selain kegiatan-kegiatan di atas, ternyata ada lho yang memanfaatkan masa WFH (Work From Home) atau masa karantina ini dengan bikin karya dan lebih produktif meski hanya dari online! Ya, kamu nggak salah baca. Justru di zaman milenial ini kita banyak dimudahkan oleh teknologi untuk terus bergerak, untuk terus ubet agar tetap bisa ngliwet. Hehehe.

Kamu sangat bisa untuk menggali potensi diri di tengah pandemi kayak gini. Caranya gimana? Nah, berikut beberapa kegiatan selama #dirumahaja yang bisa kamu cobain untuk menggali potensi dirimu, dan udah terbukti nyata bisa menghasilkan. Jadi, nggak sekadar membuat waktumu hilang percuma, loh. Simak terus uraian di bawah ya!

1. Jualan Online
Kamu pasti udah nggak asing banget kan, sama kegiatan satu ini? Kayaknya sih, orang-orang yang semula belum melek sama dunia online, sekarang berbondong-bondong mengisi sosial media, story WA dan WA grub dengan jualan. Bahkan mungkin, pelakunya nggak jauh-jauh amat kayak temen-temen kamu sendiri misalnya. Biasanya, gimana sih perasaan kamu kalau setiap lihat story temen yang jualan tiap hari di story WA? Kesel? Mangkel? Sebel? Wkwkwk. Jangan ya. Tahu nggak sih, mereka ngelakuin itu tuh untuk survive di tengah pandemi covid-19 ini. Mereka inilah orang-orang yang mau ubet agar tetap bisa ngliwet. Jadi, jangan sirik, ya. Kalaupun kamu nggak berminat beli, yaudah jangan dicaci, apalagi dihujat. Misalnya kamu nggak suka kan masih ada tuh tombol buat sembunyiin storynya. Beres, kan?

2. Pekerja Lepas (Freelance)
Untuk poin kedua ini, kamu juga pasti udah sering denger, kan? Ini tuh bukan yang kayak orang-orang kantoran terus dirumahkan dan kerjanya dari rumah, ya. Karena ini murni pekerjaan yang bisa dikerjakan secara online. Buat kamu yang masih bingung, banyak kok referensi di internet kayak website pencari kerja yang membutuhkan para pekerja lepas. Coba tengok Sribulancer, Project.co.id, Frelancer.com, Fiver.com, dan banyak lagi. Kamu bisa tuh belajar mengasah soft skill dengan bekerja menjadi pekerja lepas. Selain nantinya kamu akan bisa mendapatkan cuan, kamu juga bisa mendapatkan pengalaman baru, yang bisa jadi berguna buat ditulis di curicculum vitae-mu nanti. Terus, apa aja sih profesi yang dibutuhkan buat bisa kerja online? Banyak loh say! Contohnya nih kayak admin online, customer service online, desainer, banyak deh.

3. Jadi Penulis
Nah, ini nih poin yang paling aku suka. Kenapa dibikin poin sendiri, kak? Kenapa nggak sekalian diikutkan ke poin kedua? Karena jawabannya, nulis itu adalah soft skill yang sangat kompleks. Maksudnya apa? Jadi, kalau misalnya kamu punya kemampuan untuk mengolah kata, maka kamu akan bisa menciptakan apa saja dari kata-kata tersebut. Dunia tulis menulis itu luas loh! Ada namanya genre atau jenis dalam tulisan. Ada yang fiksi sama non-fiksi. Nah, dari dua pembagian itu, bisa dijabarkan secara lebih luas lagi, nih. Kalau fiksi tuh kebanyakan kita langsung mikir tentang hal-hal yang sifatnya halu, kayak novel, puisi, cerpen, roman, prosa dan lain sebagainya. Trus kalau non-fiksi, kak? Banyak banget malah jenis tulisan yang bisa dihasilkan dari menulis non fiksi. Salah satunya ya tulisan ini. Salah lainnya kayak artikel/jurnal ilmiah, berita, content writing, content marketing, tutorial, dan banyak lagi. Dari semua pembagian ini pun masih ada banyak banget cabang-cabang di bawahnya lagi. (Mungkin lain kali bisa dibahas yaa).

Menariknya lagi, kemampuan menulis ini bisa kamu pelajari dengan terus berlatih setiap harinya. Cara melatihnya gimana kak? Ya terus menulis. Kalau awalnya nggak bisa nulis gimana kak? Kasih nutrisi ke otakmu dengan membaca dulu. Tapi, pastikan kamu udah tahu jalanmu mau ke mana, ya. Karena genre tulisan antara fiksi dan non fiksi itu berbeda sama sekali, kamu jadi harus bener-bener matengin dulu nih, otak kamu mau dipakai mikir buat tulisan bergenre apa. Oh ya, profesi di dunia tulis menulis ini juga banyak banget loh! Dan pastinya, kegiatan ini sangat bisa kamu kerjakan secara online, cocok lah sama anjuran pemerintah buat #dirumahaja.

Mungkin itu dulu, kegiatan selama #dirumahaja yang bisa kamu cobain untuk menggali potensi diri di tengah pandemi kayak gini. Jadi, ibaratnya kesempatan waktu luang yang kamu punyai sekarang ini jadi nggak sia-sia. Sip? Gimana, kamu tertarik untuk mencoba yang mana?

Monday, 10 February 2020

PENGUMUMAN PENGURUS HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI (HMPS) BSA TAHUN 2020


STRUKTUR KEPENGURUSAN

HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI

BAHASA DAN SASTRA ARAB IAIN SALATIGA

TAHUN 2020

 

BADAN PENGURUS HARIAN

Ketua : Muhammad Risal (53040180063)

Sekretaris :

1. Arifa Annabila Putri (53040180003)

2. Khotimatus Sya'adah (53040190032)



Bendahara :


1. Niken Aprilia Wulandari (53040180066)


2. Ananda Bryan Harwanto (53040190016)

DIVISI INTERNAL

Ketua Divisi Internal : Husain Dzulfikar (53040180025)

 

DIVISI KEMAHASISWAAN

1.      Nala Fauzia (53040180051)

2.      Candra Suryanto (53040180050)

3.      Muhammad Raffi (53040190018)

4.      Abdul Mukti (53040190039)

5.      Jati Suryaningsih Astuti (53040190025)

 

DIVISI MINAT BAKAT

1.      Mustika Dewi (53040190028)

2.      Krismo Aji (53040180064)

3.      Hamdan Nur Shohib (53040190023)

4.      Eka Nanda Rahmawati (53040190001)

5.      Sofiatus Solekhah (53040190042)

 

  DIVISI KEAGAMAAN

1.      Agna Hawari (53040180061)

2.      Sholikhul Habibulloh (53040180024)

3.      Ngakidatul Hikmah (53040180058)

4.      Muhammad Nabil Faiz Hasani (53040190045)

5.      Ayu Rizkia Silviana (53040190027)

 

DIVISI EKSTERNAL

Ketua Divisi Eksternal : Dina Safira Ikmaliani (53040180005)

 

DIVISI JARINGAN KOMUNIKASI  DAN INFORMASI

1.      Siti Fatikhatul Inayah (53040180032)

2.      Mujiburrochman (53040180054)

3.      Ahmad Wildan Thoriq (53040190040)

4.      Nailatul Chumairoh (53040190029)

5.      Hasanta Diva Fadlika (53040190019)

 

DIVISI PENELITIAN DAN ADVOKASI

1.      Rizqi Novianti Lestari (53040180051)

2.      Risma Ariesta (53040180035)

3.      Muhammad Syahril Rifai (53040190026)

4.      Siti Syaidatul Mun'yasaroh (53040190011)

5.      Zuli Kurniawati (53040190033)


NB: Nama yang berada paling atas di setiap divisi menjadi koordinator divisi tersebut

“Datang bersama adalah awal, tinggal bersama adalah kemajuan, dan bekerja sama adalah kesuksesan” –Henry Ford

SELAMAT BERGABUNG DAN BERPROSES, GENERASI CEMERLANG
BSA IAIN SALATIGA!



Friday, 17 May 2019

Refleksi : The Feminine God, Percepatan Untuk Kembali Fitrah di Bulan Ramadhan



Oleh : Risma Ariesta

Mahasiswi Bahasa dan Sastra Arab, Semester 2
                                                                    IAIN Salatiga                      

Syekh Muhyiddin bin ‘Arabi pernah mengatakan kepada muridnya, “Jika kalian ingin memotong jalan menuju Tuhan, terlebih dahulu kalian harus menjadi perempuan.”

Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A, beliau mengutip perkataan salah satu ulama seperti yang tertulis di atas. Hal tersebut memiliki landasan, dimana unsur kelelakian merepresentasikan sifat The Masculine God, atau Al-Jalal (keagungan, kehebatan, kesombongan). Namun dalam bulan suci Ramadhan yang disebut juga sebagai bulan cinta (Syahr Alhubb), Tuhan lebih banyak memperkenalkan diri-Nya sebagai The Femine God yang merepresentasikan sisi Al-Jamal (kecantikan, kebagusan, keelokan).

Jika ditelaah secara lebih mendalam, The Feminine God bisa direpresentasikan sebagai pancaran dari sifat-sifat Tuhan yang Maha Pemurah, Penyayang, Pengasih, Mulia, Lemah Lembut, dan lain sebagainya. Adapun sifat lemah lembut yang identik dengan perempuan di sini, menggambarkan betapa pemurahnya Tuhan pada para hamba-Nya, khususnya pada momentum bulan Ramadhan seperti ini. Bahkan bisa dikatakan, Tuhan sedang obral pahala sebanyak-panyaknya di bulan mulia ini. Setiap kebaikan, setiap sedekah dilipatgandakan sebanyak 700 kali bahkan sampai tak hingga, sesuai dengan kehendak-Nya.

Bulan suci Ramadhan adalah saat paling tepat untuk setiap hamba kembali mereguk nikmatnya iman dalam hati. Meskipun begitu, bukan berarti pada bulan-bulan selain Ramadhan seorang hamba tidak diperkenankan untuk kembali dan bertaubat kepada Allah. Melainkan, kesempatan penerimaan taubat amat besar Tuhan curahkan pada bulan suci Ramadhan ini. Masa paling tepat untuk berlomba-loba dalam kebaikan, sebanyak mungkin, sesering mungkin, meski harus sampai pada titik darah penghabisan.

Tapi kenapa kita dianjurkan untuk totalitas di bulan suci ini? Jawabannya, karena pada bulan Ramadhan inilah Allah memberikan seluruh cinta-Nya kepada para hamba, melipatgandakan pahala dari amalan-amalan yang dilakukan oleh para hamba sesuai kehendak-Nya, bahkan tanpa kita ketahui.

Oleh karena itu, kesempatan sebesar ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk beribadah dan taqarrub kepada Allah SWT. Jika setiap hembusan nafas saja dihitung ibadah, lantas bagaimana dengan perbuatan ibadah itu sendiri? Bagaimana dengan niat kita tulus bersedekah serta membantu orang lain? Bukankah akan lebih banyak nilai serta pahalanya di sisi Allah?

Mungkin saat ini, kita bisa dibilang sebagai hamba yang tak tahu diri. Dimana, banyak sekali dosa yang telah kita perbuat dalam 11 bulan lamanya, sedangkan hanya ada satu bulan paling mulia yang Allah sediakan agar semua itu lebur oleh pertaubatan serta kesungguhan kita dalam merengkuh cinta-Nya. Ramadhan yang hanya satu bulan dengan 29 sampai 30 hari di dalamnya, berusaha mengajarkan kepada kita tentang efektifitas waktu yang harus senantiasa kita gunakan dan manfaatkan sebaik mungkin.

Jadi, akan lebih mudah bagi kita untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui metode The Feminine God. Dimana, seorang hamba harus senantiasa lebih banyak mengucap syukur atas setiap rahmat dan nikmat Tuhan atasnya. Ber-taqarrub atas dasar cinta kepada Tuhan, untuk mencapai percepatan kembali fitrah dalam tataran sebagai seorang hamba.


Wednesday, 15 May 2019

مَنْ أَنَا؟


مَنْ أَنَا؟
.?Siapa Aku
Karya: Wahyuning Gatri



أَنَا أَعْمِيٌ الَّتى فَقَدَتِ الْجِهَّة
Aku adalah orang buta yang kehilangan arah
لَقَدْ غَابَ  اْلَإتِّجَاهُ لِأَنَّ أَظْلَمَ  الْعَالَمُ فَجْأَةً
Aku kehilangan arah karena dunia tiba-tiba menjadi gelap
بَكَيْتُ خَائِفًا بَاحِثًا لِوَسِيْلَةِ الضَّوْءِ
Aku menangis ketakutan mencari jalan terang
وَلَكِنَّ عِنْدَمَا أَدْرَكْتُ
Namun ketika kusadari
أَظْلَمَ هَذَا اْلعَالَمِ لِأَنَّنِي أَغْمَضُ عَيْنِى
Dunia ini menjadi gelap karena aku menutup mata
أَنَا أَحْمَقٌ لِأُدْرِكَ أَنَّ رُؤْيَتِى مَحْدُوْدَةٌ بِالْعَيْنِ
Aku terlalu bodoh untuk menyadari bahwa penglihatanku terbatasi oleh mata
فَكَيْفَ يُمْكِنُنِي أَنْ أُعَيِّنَ الْإِتِّجَاه؟
Lalu bagaimana aku bisa menentukan arah?
أُرِيْدُ أَنْ أَنْفُذَ هَذَا الْحَدَّ
Aku ingin menembus batas itu

أَنَا مُشْتَاقٌ بِرُؤْيَةِ الْعَالَمِ الْوَاسِعِ
Aku rindu melihat luasnya dunia
أَيْنَمَا يُمْكِنُنِى الْمَشْيُ وَ أَأْخُذُ جَمِيْعَ الْإِتِّجَاهَات لِأَسْتَطْلِعُ
Dimana aku bisa berjalan dan mengambil segala arah untuk ku jelajahi
أَسْتَمْتِعُ  التَّقَلُّبَات وَ الْمُنْعَطِفَات مِنَ الطُّرُقِ الَّتِى تَمُرُّ بِهَا النَّاسُ
Menikmati lika-liku jalan yang semua orang lalui
وَلَكِنَّنِي أَحْمَقٌ لِأَدْرِكَ مَنْ أَنَا
Tetapi aku terlalu bodoh untuk menyadari siapa aku
أَنَا  مُعْرِجٌ
Aku orang yang pincang
كُنْتُ مَحْدُوْدًا بِمَا اسْتَطَعَتْ رِجْلِى الْمَشْىَ فِى اْلعَالَمِ
Aku terbatasi oleh kakiku yang tidak bisa menapaki dunia
وَأُرِيْدُ أَنْ أَنْفُذَ هَذَا الْحَدَّ أَيْضًا
Aku ingin sekali menembus batas itu


أُرِيْدُ أَنْ أَقْرَأَ مَنَاطِقَ مُحِيْطَةِ الْعَالَمِ
Aku ingin membaca keadaan alam sekitar
أَشْعُرُ كُلَّ حَرَكَةٍ طَبِيْعِيَّةٍ بِهَا
Merasakan setiap pergerakan alam
أُفَكِّرُ كَمَا فَكَرُوا النَّاسُ عَامَّةً
Berfikir seperti orang-orang pada umumnya
وَلَكِنَّ مَا أَمْكَنَ عَلَى بَدَنِى أَنْ تُلْجَمَ
Namun tubuhku tidak bisa dikendalikan
وَأَنَا أَحْمَقٌ بِأَنَّنِي لَمْ أَدْرِك أَنَّ قَدْ مَاتَتْ عَقْلِى وَتَوَقَّفَتْ عَنِ الْعَمَلِ
Dan aku terlalu bodoh untuk menyadari bahwa otakku juga telah mati dan berhenti berfungsi
فَمَنْ سَيَكُوْنُ مُسَاعِد لِى؟
Lalu siapa yang akan menjadi penolongku?

فَكَيْفَ يُمْكِنُنِى  أَنْ أَنْفُذَ كُلَّ الْحُدُوْدِ؟
Bagaimana caranya aku bisa menembus semua keterbatasan itu?
حَتَّى أَدْرِك مَنْ أَنَا أَخِيْرًا أَننى أَشَدُّ الْأَحْمَقِ
Hingga akhirnya aku benar-benar menyadari siapa aku, aku adalah orang yang dungu
لَمْ أَكُنْ أَنْ أَدْرِكَ أَنَّنِى لَدَيَّ قَلْبٌ
Aku tidak menyadari bahwa aku mempunyai hati
مِنْ خِلَالِ الْقَلْبِ كُلُّ الْحُدُوْدِ تُمْكِنُ أَنْ تُفْجِرَ
Melalui hati semua keterbatasan bisa ditembus
تُمْكِنُ الْعُيُوْنُ مَفْتُوْحًا
Mata bisa terbuka
تُمْكِنُ  الرِّجْلُ الْمَشْيَ
Kaki bisa berjalan
تُمْكِنُ الدِّمَاغُ وَظِيْفَةً
Otak bisa berfungsi
بُدِأَ كُلُّ شَيْئٍ بِقَلْبٍ حَدِيْثٍ
Semuanya diawali dari dengan hati yang berbicara
كُلُّهَا تَتَعَلَّقُ بِقَلْبٍ الَّتِى تُحَرِّكُهَا
Semuanya tergantung dari hati yang menggerakkannya

Kegiatan Rutin Khotmil Qur'an Di Lingkungan Kampus 2 UIN Salatiga

Salatiga- Selasa pagi, tanggal 25 Febuari 2025, Masjid At-Thoyyar yang terletak di kampus 2 UIN Salatiga ramai dengan antusias mahasiswa un...