Monday, 18 October 2021

Mengisi Waktu Luang Di Akhir Pekan, HMPS BSA Gelar Pelatihan Kepenulisan Karya Tulis Ilmiah

Sesi foto bersama melalui google meet di akhir pelatihan

Red : Ni’mtul Muna dan Ervina Desi Anggraeni

SALATIGA – HMPS Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora (FUADAH) IAIN Salatiga menggelar pelatihan kepenulisan karya tulis ilmiah dengan tema “Tata Cara Membuat Makalah Yang Baik Dan Benar”, Sabtu (25/09/2021). Dilaksanakan secara online via Google Meet yang dihadiri kurang lebih 40 peserta dari mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab angkatan 2020 dan 2021. Pelatihan ini menghadirkan pemateri dari alumni jurusan Bahasa dan Sastra Arab yaitu Emma Asyirotul Ummami, S. Hum. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan mahasiswa BSA angkatan 2020 dan 2021 dapat menambah kompetensi pengetahuan penulisan karya ilmiah khususnya dalam membuat makalah. 

Webinar ini diawali dengan pemaparan materi dari kak Emma mengenai pengertian makalah dan kerangka makalah. “Jika ingin membuat makalah, kita harus benar-benar paham dulu dengan tema atau materi apa yang akan kita bahas” jelasnya. Pembahasan berlanjut dengan menjelaskan setiap bagian dari kerangka makalah, misalnya seperti bagian latar belakang harus berisi alasan mengapa kita memilih topik tersebut agar membuat pembaca penasaran dan ingin tahu, menulis latar belakang semenarik mungkin dan pembahasan harus nyambung setiap bab maupun paragraf. Selain membahas tentang bab pembahasan dan kesimpulan, beliau juga menjelaskan tentang cara membuat daftar pustaka  yang bersumber dari buku, jurnal, artikel maupun dari youtube

Setelah memaparkan materi, kak Emma juga memberikan tips-tips untuk membuat makalah. “Kalau mau membuat makalah kita harus banyak membaca referensi baik itu dari artikel, buku, jurnal atau yang lainnya, setelah membaca kita tulis makalah dengan bahasa kita sendiri. Boleh meniru tetapi kita harus memodifikasi dari pemikiran kita sendiri” ujarnya.  Webinar ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang dapat menambah pengetahuan tentang membuat makalah yang baik dan benar.

Monday, 6 September 2021

BSA IAIN Salatiga Gelar Webinar Nasional Bahasa dan Sastra Arab Untuk Milenial

BSA IAIN Salatiga Gelar Webinar Nasional Bahasa dan Sastra Arab Untuk Milenial

Oleh : Dede Leni Mardianti, Ni’matul Muna dan Abdul Mukti
 SALATIGA - Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (FUADAH) IAIN Salatiga menggelar webinar nasional sastra yang bertajuk “Urgensi Meningkatkan Minat Generasi Milenial Terhadap Literasi Sastra Arab” pada 4 September 2021. Dengan tema tersebut diharapkan dapat meningkatkan kecintaan dan peminatan para generasi milenial terutama mahasiswa terhadap literasi Bahasa Arab maupun Indonesia. Seminar ini menghadirkan 2 pembicara antara lain Prof. Dr. Nurul Murtadho, M.Pd. (Pakar Linguistik Terapan Universitas Negeri Malang) dan Khilma Anis (Penulis Novel “Hati Suhita” dan “Wigati”). Seminar ini dilaksanakan secara online via Zoom meeting dengan peserta webinar lebih dari 300 peserta.
 Webinar ini dibuka dengan sambutan dari Wakil Dekan I FUADAH, Dr. Supardi, S.Ag., M.A. Beliau berharap dengan adanya webinar ini dapat membangkitkan dan memotivasi milenial untuk ikut berkontribusi mengembangkan literasi dan menghidupkan kembali sastra Arab di Indonesia.
 Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi yang dipandu oleh Agna Hawari sebagai moderator. Di sesi pertama, Prof. Dr. Nurul Murtadho memaparkan terkait tahapan-tahapan pembelajaran bahasa dan sastra Arab. Beliau merupakan seorang dosen dan pakar linguistik Arab dari Universitas Negeri Malang. Beliau memiliki beberapa karya yang telah dibukukan. Salah satu karyanya adalah buku yang berjudul "Metafora dalam Al-Qur'an" dan "Bahasa Arab Jurnalistik". Dalam webinar ini beliau menyampaikan banyak hal mengenai Ilmu Bahasa Arab. Salah satu tips dari beliau supaya bisa berbahasa Arab khususnya untuk mahasiswa adalah dengan menabung kosakata bahasa arab sebanyak 500 kosakata persemester guna menunjang keterampilan mahasiswa dalam berbahasa arab baik dalam hal menulis, membaca atau berbicara bahasa Arab. 
 Menurut beliau untuk meningkatkan minat dan menarik para milenial mempelajari bahasa Arab adalah dengan mengubah metode pembelajaran lama dengan metode baru yang lebih fresh, salah satu contohnya mengenalkan kosa kata dengan menggunakan kartu dan gambar. 
 “Untuk meningkatkan pembelajaran bahasa Arab, pendidikan harus dimulai dari sedini mungkin. Maka kemudian menyusun kurikulum target jumlah kosa kata yang harus dikuasai menjadi sangat penting. Contohnya pada tingkat Madrasah Ibtidaiyyah (MI) kita target 300 kosa kata, Madrasah Tsanawiyyah (MTS) 450 kosa kata, Madrasah Aliyyah (MA)750 kata, dan tingkat perkuliahan 3500 kosa kata” paparnya rinci. 
 Kemudian, materi kedua disampaikan oleh Khilma Anis seorang penulis novel best seller “Hati Suhita” dan “Wigati”. Penjelasannya dibuka dengan mengutip salah satu nasihat Jawa dari Semar “Ojo mati tanpo aran” (jangan mati tanpa nama). Merupakan salah satu kutipan yang disampaikan oleh Khilma Anis dengan maksud supaya sebagai manusia janganlah mati tanpa meninggalkan atau menghasilkan karya, karena dengan dengan karya tersebut kita akan diketahui dan dikenal oleh generasi masa depan. Kutipan tersebut merupakan nasihat dan pengobar semangat kepada milenial untuk terus berkarya terutama dalam hal kepenulisan. Ungkapan ini memiliki arti mendalam yaitu jangan mati tanpa meninggalkan nama. Nasihat ini membuka penyampaian mengenai betapa pentingnya menulis apalagi di era digital seperti ini. Menurutnya, ke depan nanti segala aktivitas, gagasan, dan pola pikir tidak bisa hanya disampaikan dengan jangkauan suara saja melainkan membutuhkan keahlian menulis.   
Pesannya kepada santri dan generasi milenial adalah Gusjigang (Bagus, Ngaji, dagang). Sebuah pesan singkat yang mempunyai makna bahwa santri dan generasi milenial haruslah memiliki akhlak yang bagus dan baik, senantiasa mengaji dan mencari ilmu kapanpun dan dimanapun. Karena mencari ilmu sejatinya tidak memandang usia dan waktu, serta berdagang sebagai wujud usaha manusia untuk menjadi pribadi yang mandiri dan tidak terus-menerus bergantung kepada orang lain. 
 Selain membahas pentingnya menulis, Khilma Anis juga menyampaikan pendapatnya terkait problem minat baca yang menurun di Indonesia saat ini. “Jangan terpengaruh oleh isu minat baca yang menurun, tidak terlalu penting banyak tidaknya orang membaca. Yang terpenting adalah sekecil apapun itu kita harus ikut berkontribusi dalam mengembangkan dunia literasi, meskipun itu hanya dengan menulis puisi, pantun ataupun cerpen” tegasnya lugas.  
 Terakhir, beliau membagikan beberapa tips menulis, yaitu;
Niat, apapun yang anda lakukan itu berangkat dari niat;
Mencintai diri sendiri, sederhana tapi sangat penting karna ketika kita sudah mencintai diri sendiri maka kita akan tahu apa yang akan menjadi minat kita dan apa yang menjadi kecintaan kita;
Memperbanyak membaca dan diskusi;
Bergabung dengan komunitas yang positif;
Tokoh idola, karna dengan kita memiliki tokoh idola yang menginspirasi maka dia akan menuntun kita untuk menjadi penulis yang berkarakter;
Menggunakan sosial media dengan bijak;
Keluar dari zona nyaman, keluarlah dari zona nyaman dan mulai hal yang baru, karena siapa yang memulai lebih awal maka akan sampai lebih awal juga.
  Acara webinar yang dihadiri oleh kurang lebih 300 peserta ini bertambah semarak dengan sesi tanya jawab yang semakin menunjukan rasa cinta dan semangat dikalangan milenial untuk belajar ikut berkontribusi mengembangkan literasi dan mengenal serta mempelajari lebih dalam lagi bahasa dan sastra Arab.
"Tulisan yang baik adalah tulisan yang selesai, bukan tulisan yang panjang, tebal atau tulisan dengan bahasa yang menggebu. Tulisan yang bagus adalah tulisan yang selesai" ujarnya sebagai penutup.

Saturday, 3 October 2020

Workshop Kepenulisan "Membangun Peradaban dengan Menulis"

 


                                                                                                Salatiga, 10 September 2020


AKU BISA MENULIS

Ira Andini

                Apa pentingnya menulis? Menurut saya menulis memiliki peran yang sangat penting di dalam kehidupan. Mengapa begitu? Karena dengan menulis, atau kita menjadi penulis wawasan kita akan suatu hal itu lebih banyak, sehingga kita menjadi orang yang maju dan tidak keterbelakangan. Dan mungkin bagi sebagian orang dengan menulis akan melegakan isi hati, karena mencurahkan apa yang ada dalam pikiran dan isi hati ke dalam suatu tulisan. Akan tetapi tidak semua orang pandai dalam menulis seperti saya J. Karena saya tidak bisa menulis atau tidak pandai dalam menuli, karena yang pertama : saya sangat malas dalam mengumpulkan fakta atau data-data untuk referensi dalam menulis, kedua : saya tidak mahir mencurahkan apa yang ada dalam fikiran saya ke dalam sebuah tulisan, dan yang ketiga atau terakhir sebenernya masih banyak alasannya sih, tapi aku jelasin tiga aja yaa hehe yaitu : karena saya sulit untuk merangkai sebuah kata-kata dan tidak percaya diri. Dan itu semua beberapa hambatan untuk saya menulis.

Bagaimana caranya agar saya bisa menulis? Bermula dari diri saya sendiri, seharusnya saya harus bisa merubah mindset, atau pola fikir saya terlebih dahulu, yang selalu berfikir saya tidak bisa harus saya ubah menjadi SAYA PASTI BISAJ. Karena jika saya tidak merubah pandangan saya, maka entah sampai kapanpun itu mungkin saya tidak akan pernah legaL. Untuk menulis kemudian saya harus memilih, atau mencari lingkungan yang nantinya akan selalu mendukung saya untuk selalu semangat untuk menulis. Nah yang paling penting adalah saya harus berani, atau percaya diri untuk mencoba apapun rintangannya yang memang harus dilalui. Kemudian, saya juga harus lebih sering mengikuti seminar-seminar kepenulisan seperti sekarang ini wahh senang sekali hehehe, tidak hanya semianr, saya juga harus sering-sering ikut latihan kepenulisan supaya bisa, tidak hanya mengikuti saja tapi saya juga harus sering berlatih, dan mencoba.

Harapan saya ketika bisa menulis yaitu dengan tulisan saya nanti bisa bermanfaat untuk para pembaca, dan juga bisa mengedukasi mereka aamiin. Dan harapan saya juga saya bisa setiap hari bisa menghasilkan tulisan-tulisan yang sangat mengispirasi bagi banyak orang aamiin. 


Mukti

Satu tahun berlalu sudah menjalani perukuliahan, diperkenalkan dengan tulisan. Aku tak tahu, apa bagusnya menulis? Buat apa? Hah, tidak penting. Dalam satu tahun berjalan, mungkin sudah tak terhitung berapa kali workshop, seminar, bedah buku, atau yang lainnya sudah aku ikuti. Aku tidak menemukan motivasi yang tepatuntuk menulis. Ada kata-kata yang pernah aku dengar “Menulislah, maka kau akan dikenal dunia, Membacalah, maka kau akan mengenal dunia”. Dikenal dunia? Sama sekali bukan tujuan hidupku, buat apa dikenal oleh dunia? Apa pentingnya? Mungkin penting bagi orang lain, tapi tidak untukku. Ada juga sebuah pepatah yang mengatakan “Menulislah, maka kau akan abadi dengan tulisanmu, kau akan terkenal”. Terkenal sama sekali bukanlah tujuan hidupku.

        Setelah sekian lama berfikir panjang, mengenai motivasi menulis, akhirnya aku menemukannyaJ. Aku memandang kepada mereka para Ulama’ terdahulu dari kitab-kitab yang telah mereka ciptakan. Tentu saja dari tulisan mereka, aku melihat bagaimana tulisan-tulisan mereka dipakai dalam tiap kajian pesantren, bermanfaat bagi generasi penerusnya. Aku menemukannya, menulis bukan untuk dikenal, tapi untuk menebarkan manfaat. Tapi aku bukan ulama? Yaa terserahlah, tapi aku akan tetap menulis!!!

Bagaimana agar saya bisa menulis? Jawabannya adalah : Mulai!!! Mulailah untuk menulis, terserah apa saja, aku tak peduli bagaimana dengan komentar orang lain. Terserah mereka, ini tulisan saya. Kalo tidak suka, ya tidak usah dibaca. Saya harus produktif, setiap hari saya jadwalkan untuk menulis, entah malam hari, pagi hari, bahkan senja. Setiap hari adalah menulis. Namun sayang, kadang saya diporakporandakan oleh rasa malas, sungkan, dan bingung apa yang akan saya tulis. Dengan itu maka saya harus mengatasinya dengan membaca, membaca apa saja bukan hanya buku, tapi juga membaca bagaimana orang berbicara, membaca bagaimana burung-burung bercuit, membaca bagaimana bunga-bunga bermekar ria, membaca bagaimana sepatuber detak, dan lain sebagainya. 

Siti Syaidatul Munasyaroh

    “Ojo mati tanpa aran”. Begitulah pesan semar, atau jika diterjemahkan “Jangan mati tanpa sebuah karya”. Seminggu berlalu, aku hanya termenung memikirkan peribahasa atau pesan yan disampaikan oleh semar tersebut. Yahh benar aku sangat gila untuk bisa menulis, tetapi tidak ingin menjadi penulis hehe. Karena menulis adalah sebuah hal yang menurut saya sangat pentin dalam segala hal. Beberapa kali saya mengikuti seseorang di media sosial hanya untuk membaca kisah-kisah atau cerita receh yang disajikan dalam beranda media sosial mereka dengan bahasa yang luwes, dan pastinya bisa menggelitik pembaca, jika memang berupa sebuah lawakan.

Bagaimana agar aku bisa menulis? Dalam paragraf sebelumnya, saya sudah menuliskan bagaimana cara saya agar bisa menulis. Yakni, dengan membaca beranda, atau story yang ditulis seseorang di media sosial. Setelah itu, saya beberapa kali juga menceritakan suatu hal yang telah saya baca dari teman saya itu. Sebuah kisah yang mestinya pernah saya lakui sendiri. Biasanya saya menuliskan cerita-cerita itu di story wa, karena saya belum terlalu percaya diri jika terlalu banyak orang yang membaca cerita saya di  facebookJ. Biarpun sebenernya aku lebih sering aktif di facebook si hehehe. Tapi yaa gitu deh, rasa percaya diri itu masih rendahL. Sampai suatu ketika pada timeline teman saya ada yang menuliskan, bahwa ia juga bertanya-tanya. “Apakah setiap tulisan harus selalu punya pesan moral? Tidak bolehkan ia murni cerita?. Dan itulah yang saya rasakan sekarang juga.

Harapan saya ketika saya bisa menulis saya hanya ingin tulisan tersebut enak dibaca oleh siapapun, renyah, luwes, dan tidak muluk-muluk untuk menggurui siapapun. Entah menginspirasi orang lain atau tidak. Tetapi saya ingin menulis sesuai cerita yang pernah saya alami, dan mampu memngembangkannya menjadi sebuah cerita yang mungkin ketika orang lain membaca tulisan saya seakan-akan orang tersebut juga mengalami apa yang telah saya tuangkan didalam cerita tersebut.






Thursday, 30 April 2020

Gali Potensi Diri di Tengah Pandemi

Sumber : id.techinasia.com

Nggak kerasa, ya pemberlakuan #dirumahaja dari pemerintah udah hampir menginjak bulan ke-dua. Selama ini kamu udah ngapain aja? Ngerjain tugas yang nggak ada habisnya kah? Beres-beres rumah sampe tepar kah? Nonton film, nge-game, baca buku, atau sekadar bengong kah? Atau ada nih yang yang udah khatam Al-Qur’an lebih dari satu kali? Maasya Allah, kayak gini nih yang mustinya bikin iri kita-kita semua.

Tapi selain kegiatan-kegiatan di atas, ternyata ada lho yang memanfaatkan masa WFH (Work From Home) atau masa karantina ini dengan bikin karya dan lebih produktif meski hanya dari online! Ya, kamu nggak salah baca. Justru di zaman milenial ini kita banyak dimudahkan oleh teknologi untuk terus bergerak, untuk terus ubet agar tetap bisa ngliwet. Hehehe.

Kamu sangat bisa untuk menggali potensi diri di tengah pandemi kayak gini. Caranya gimana? Nah, berikut beberapa kegiatan selama #dirumahaja yang bisa kamu cobain untuk menggali potensi dirimu, dan udah terbukti nyata bisa menghasilkan. Jadi, nggak sekadar membuat waktumu hilang percuma, loh. Simak terus uraian di bawah ya!

1. Jualan Online
Kamu pasti udah nggak asing banget kan, sama kegiatan satu ini? Kayaknya sih, orang-orang yang semula belum melek sama dunia online, sekarang berbondong-bondong mengisi sosial media, story WA dan WA grub dengan jualan. Bahkan mungkin, pelakunya nggak jauh-jauh amat kayak temen-temen kamu sendiri misalnya. Biasanya, gimana sih perasaan kamu kalau setiap lihat story temen yang jualan tiap hari di story WA? Kesel? Mangkel? Sebel? Wkwkwk. Jangan ya. Tahu nggak sih, mereka ngelakuin itu tuh untuk survive di tengah pandemi covid-19 ini. Mereka inilah orang-orang yang mau ubet agar tetap bisa ngliwet. Jadi, jangan sirik, ya. Kalaupun kamu nggak berminat beli, yaudah jangan dicaci, apalagi dihujat. Misalnya kamu nggak suka kan masih ada tuh tombol buat sembunyiin storynya. Beres, kan?

2. Pekerja Lepas (Freelance)
Untuk poin kedua ini, kamu juga pasti udah sering denger, kan? Ini tuh bukan yang kayak orang-orang kantoran terus dirumahkan dan kerjanya dari rumah, ya. Karena ini murni pekerjaan yang bisa dikerjakan secara online. Buat kamu yang masih bingung, banyak kok referensi di internet kayak website pencari kerja yang membutuhkan para pekerja lepas. Coba tengok Sribulancer, Project.co.id, Frelancer.com, Fiver.com, dan banyak lagi. Kamu bisa tuh belajar mengasah soft skill dengan bekerja menjadi pekerja lepas. Selain nantinya kamu akan bisa mendapatkan cuan, kamu juga bisa mendapatkan pengalaman baru, yang bisa jadi berguna buat ditulis di curicculum vitae-mu nanti. Terus, apa aja sih profesi yang dibutuhkan buat bisa kerja online? Banyak loh say! Contohnya nih kayak admin online, customer service online, desainer, banyak deh.

3. Jadi Penulis
Nah, ini nih poin yang paling aku suka. Kenapa dibikin poin sendiri, kak? Kenapa nggak sekalian diikutkan ke poin kedua? Karena jawabannya, nulis itu adalah soft skill yang sangat kompleks. Maksudnya apa? Jadi, kalau misalnya kamu punya kemampuan untuk mengolah kata, maka kamu akan bisa menciptakan apa saja dari kata-kata tersebut. Dunia tulis menulis itu luas loh! Ada namanya genre atau jenis dalam tulisan. Ada yang fiksi sama non-fiksi. Nah, dari dua pembagian itu, bisa dijabarkan secara lebih luas lagi, nih. Kalau fiksi tuh kebanyakan kita langsung mikir tentang hal-hal yang sifatnya halu, kayak novel, puisi, cerpen, roman, prosa dan lain sebagainya. Trus kalau non-fiksi, kak? Banyak banget malah jenis tulisan yang bisa dihasilkan dari menulis non fiksi. Salah satunya ya tulisan ini. Salah lainnya kayak artikel/jurnal ilmiah, berita, content writing, content marketing, tutorial, dan banyak lagi. Dari semua pembagian ini pun masih ada banyak banget cabang-cabang di bawahnya lagi. (Mungkin lain kali bisa dibahas yaa).

Menariknya lagi, kemampuan menulis ini bisa kamu pelajari dengan terus berlatih setiap harinya. Cara melatihnya gimana kak? Ya terus menulis. Kalau awalnya nggak bisa nulis gimana kak? Kasih nutrisi ke otakmu dengan membaca dulu. Tapi, pastikan kamu udah tahu jalanmu mau ke mana, ya. Karena genre tulisan antara fiksi dan non fiksi itu berbeda sama sekali, kamu jadi harus bener-bener matengin dulu nih, otak kamu mau dipakai mikir buat tulisan bergenre apa. Oh ya, profesi di dunia tulis menulis ini juga banyak banget loh! Dan pastinya, kegiatan ini sangat bisa kamu kerjakan secara online, cocok lah sama anjuran pemerintah buat #dirumahaja.

Mungkin itu dulu, kegiatan selama #dirumahaja yang bisa kamu cobain untuk menggali potensi diri di tengah pandemi kayak gini. Jadi, ibaratnya kesempatan waktu luang yang kamu punyai sekarang ini jadi nggak sia-sia. Sip? Gimana, kamu tertarik untuk mencoba yang mana?

Monday, 10 February 2020

PENGUMUMAN PENGURUS HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI (HMPS) BSA TAHUN 2020


STRUKTUR KEPENGURUSAN

HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI

BAHASA DAN SASTRA ARAB IAIN SALATIGA

TAHUN 2020

 

BADAN PENGURUS HARIAN

Ketua : Muhammad Risal (53040180063)

Sekretaris :

1. Arifa Annabila Putri (53040180003)

2. Khotimatus Sya'adah (53040190032)



Bendahara :


1. Niken Aprilia Wulandari (53040180066)


2. Ananda Bryan Harwanto (53040190016)

DIVISI INTERNAL

Ketua Divisi Internal : Husain Dzulfikar (53040180025)

 

DIVISI KEMAHASISWAAN

1.      Nala Fauzia (53040180051)

2.      Candra Suryanto (53040180050)

3.      Muhammad Raffi (53040190018)

4.      Abdul Mukti (53040190039)

5.      Jati Suryaningsih Astuti (53040190025)

 

DIVISI MINAT BAKAT

1.      Mustika Dewi (53040190028)

2.      Krismo Aji (53040180064)

3.      Hamdan Nur Shohib (53040190023)

4.      Eka Nanda Rahmawati (53040190001)

5.      Sofiatus Solekhah (53040190042)

 

  DIVISI KEAGAMAAN

1.      Agna Hawari (53040180061)

2.      Sholikhul Habibulloh (53040180024)

3.      Ngakidatul Hikmah (53040180058)

4.      Muhammad Nabil Faiz Hasani (53040190045)

5.      Ayu Rizkia Silviana (53040190027)

 

DIVISI EKSTERNAL

Ketua Divisi Eksternal : Dina Safira Ikmaliani (53040180005)

 

DIVISI JARINGAN KOMUNIKASI  DAN INFORMASI

1.      Siti Fatikhatul Inayah (53040180032)

2.      Mujiburrochman (53040180054)

3.      Ahmad Wildan Thoriq (53040190040)

4.      Nailatul Chumairoh (53040190029)

5.      Hasanta Diva Fadlika (53040190019)

 

DIVISI PENELITIAN DAN ADVOKASI

1.      Rizqi Novianti Lestari (53040180051)

2.      Risma Ariesta (53040180035)

3.      Muhammad Syahril Rifai (53040190026)

4.      Siti Syaidatul Mun'yasaroh (53040190011)

5.      Zuli Kurniawati (53040190033)


NB: Nama yang berada paling atas di setiap divisi menjadi koordinator divisi tersebut

“Datang bersama adalah awal, tinggal bersama adalah kemajuan, dan bekerja sama adalah kesuksesan” –Henry Ford

SELAMAT BERGABUNG DAN BERPROSES, GENERASI CEMERLANG
BSA IAIN SALATIGA!



Friday, 17 May 2019

Refleksi : The Feminine God, Percepatan Untuk Kembali Fitrah di Bulan Ramadhan



Oleh : Risma Ariesta

Mahasiswi Bahasa dan Sastra Arab, Semester 2
                                                                    IAIN Salatiga                      

Syekh Muhyiddin bin ‘Arabi pernah mengatakan kepada muridnya, “Jika kalian ingin memotong jalan menuju Tuhan, terlebih dahulu kalian harus menjadi perempuan.”

Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A, beliau mengutip perkataan salah satu ulama seperti yang tertulis di atas. Hal tersebut memiliki landasan, dimana unsur kelelakian merepresentasikan sifat The Masculine God, atau Al-Jalal (keagungan, kehebatan, kesombongan). Namun dalam bulan suci Ramadhan yang disebut juga sebagai bulan cinta (Syahr Alhubb), Tuhan lebih banyak memperkenalkan diri-Nya sebagai The Femine God yang merepresentasikan sisi Al-Jamal (kecantikan, kebagusan, keelokan).

Jika ditelaah secara lebih mendalam, The Feminine God bisa direpresentasikan sebagai pancaran dari sifat-sifat Tuhan yang Maha Pemurah, Penyayang, Pengasih, Mulia, Lemah Lembut, dan lain sebagainya. Adapun sifat lemah lembut yang identik dengan perempuan di sini, menggambarkan betapa pemurahnya Tuhan pada para hamba-Nya, khususnya pada momentum bulan Ramadhan seperti ini. Bahkan bisa dikatakan, Tuhan sedang obral pahala sebanyak-panyaknya di bulan mulia ini. Setiap kebaikan, setiap sedekah dilipatgandakan sebanyak 700 kali bahkan sampai tak hingga, sesuai dengan kehendak-Nya.

Bulan suci Ramadhan adalah saat paling tepat untuk setiap hamba kembali mereguk nikmatnya iman dalam hati. Meskipun begitu, bukan berarti pada bulan-bulan selain Ramadhan seorang hamba tidak diperkenankan untuk kembali dan bertaubat kepada Allah. Melainkan, kesempatan penerimaan taubat amat besar Tuhan curahkan pada bulan suci Ramadhan ini. Masa paling tepat untuk berlomba-loba dalam kebaikan, sebanyak mungkin, sesering mungkin, meski harus sampai pada titik darah penghabisan.

Tapi kenapa kita dianjurkan untuk totalitas di bulan suci ini? Jawabannya, karena pada bulan Ramadhan inilah Allah memberikan seluruh cinta-Nya kepada para hamba, melipatgandakan pahala dari amalan-amalan yang dilakukan oleh para hamba sesuai kehendak-Nya, bahkan tanpa kita ketahui.

Oleh karena itu, kesempatan sebesar ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk beribadah dan taqarrub kepada Allah SWT. Jika setiap hembusan nafas saja dihitung ibadah, lantas bagaimana dengan perbuatan ibadah itu sendiri? Bagaimana dengan niat kita tulus bersedekah serta membantu orang lain? Bukankah akan lebih banyak nilai serta pahalanya di sisi Allah?

Mungkin saat ini, kita bisa dibilang sebagai hamba yang tak tahu diri. Dimana, banyak sekali dosa yang telah kita perbuat dalam 11 bulan lamanya, sedangkan hanya ada satu bulan paling mulia yang Allah sediakan agar semua itu lebur oleh pertaubatan serta kesungguhan kita dalam merengkuh cinta-Nya. Ramadhan yang hanya satu bulan dengan 29 sampai 30 hari di dalamnya, berusaha mengajarkan kepada kita tentang efektifitas waktu yang harus senantiasa kita gunakan dan manfaatkan sebaik mungkin.

Jadi, akan lebih mudah bagi kita untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui metode The Feminine God. Dimana, seorang hamba harus senantiasa lebih banyak mengucap syukur atas setiap rahmat dan nikmat Tuhan atasnya. Ber-taqarrub atas dasar cinta kepada Tuhan, untuk mencapai percepatan kembali fitrah dalam tataran sebagai seorang hamba.


Kegiatan Rutin Khotmil Qur'an Di Lingkungan Kampus 2 UIN Salatiga

Salatiga- Selasa pagi, tanggal 25 Febuari 2025, Masjid At-Thoyyar yang terletak di kampus 2 UIN Salatiga ramai dengan antusias mahasiswa un...